Pemprov Jateng Dukung Penuh Revitalisasi Pasar Wage Purwokerto untuk Pasar Modern
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap mendukung penuh revitalisasi Pasar Wage Purwokerto. Langkah ini bertujuan menjadikan pasar tradisional lebih tertata, aman, dan nyaman, serta menarik perhatian pembaca pada komitmen daerah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk membantu revitalisasi Pasar Wage Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Upaya ini merupakan bagian dari strategi penataan pasar tradisional agar lebih tertib, aman, dan nyaman bagi pedagang serta masyarakat. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara langsung meninjau kondisi pasar pada Minggu (17/5), menyoroti kebutuhan penataan lebih lanjut.
Luthfi menjelaskan bahwa proses revitalisasi akan dilaksanakan secara bertahap, fokus pada penyelesaian bagian pasar yang masih memerlukan perbaikan. Ini termasuk 20 los di sisi kiri pasar yang belum tertata, serta area lantai atas yang sebelumnya terdampak kebakaran. Gubernur menekankan pentingnya percepatan revitalisasi guna mencegah potensi masalah di kemudian hari.
Dukungan finansial untuk revitalisasi Pasar Wage Purwokerto ini tidak menutup kemungkinan akan diakomodasi melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Alternatif lain adalah pengusulan anggaran kepada Kementerian Perdagangan, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan pasar yang lebih baik.
Komitmen Gubernur Jawa Tengah untuk Penataan Pasar
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan apresiasinya terhadap Pemerintah Kabupaten Banyumas atas keberhasilan penertiban kawasan Pasar Wage. Menurutnya, penataan yang dilakukan telah membuat aktivitas perdagangan di pasar menjadi lebih teratur dibandingkan kondisi sebelumnya. Luthfi menilai perubahan signifikan di Pasar Wage mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mengembangkan pusat perdagangan rakyat.
Luthfi mengingat kunjungannya sebelumnya ke Pasar Wage, dan ia terkesan dengan transformasi positif yang telah terjadi. Ia menekankan bahwa penataan ini krusial mengingat sebelumnya banyak pedagang memilih berjualan di luar area pasar. Hal ini disebabkan oleh kemudahan akses pembeli, sehingga penataan dan penyediaan akses yang memadai menjadi sangat penting untuk menarik pedagang kembali ke dalam pasar.
Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga meningkatkan kenyamanan berbelanja bagi pengunjung. Dengan pasar yang lebih tertata, diharapkan dapat menarik lebih banyak pembeli dan meningkatkan omzet para pedagang. Komitmen Pemprov Jateng ini menjadi angin segar bagi pengembangan ekonomi lokal di Purwokerto.
Rencana Strategis Pemkab Banyumas dan Dukungan Pusat
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, secara langsung menyampaikan rencana penataan lanjutan Pasar Wage Purwokerto kepada Gubernur Jawa Tengah. Salah satu poin utama yang diusulkan adalah pembukaan akses baru dari sisi selatan pasar. Pertemuan ini terjadi setelah Gubernur Luthfi turut serta dalam ajang Purwokerto Half Marathon 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan pasar.
Sadewo menjelaskan bahwa pintu utama pasar direncanakan akan dipindahkan menghadap ke sisi selatan. Perubahan ini bertujuan untuk memperlancar akses bagi pengunjung maupun distribusi barang, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional pasar. Pembebasan lahan yang dibutuhkan untuk akses baru ini diperkirakan akan dibiayai melalui APBD Kabupaten Banyumas, dengan estimasi anggaran mencapai hampir Rp30 miliar.
Selain itu, Pemkab Banyumas juga mengharapkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Kementerian Perdagangan untuk membantu renovasi area lantai dua Pasar Wage. Area ini belum dimanfaatkan kembali sejak terdampak kebakaran dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Bupati Sadewo mengusulkan agar lantai dua dapat dijadikan pusat kuliner malam, guna meningkatkan daya tarik Pasar Wage di luar jam operasional pasar.
Sumber: AntaraNews