Produksi Padi Jateng Capai 4,16 Juta Ton GKG, Pemprov Optimis Lampaui Target Tahunan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat Produksi Padi Jateng hingga awal April 2026 telah mencapai 4,16 juta ton GKG, menunjukkan tren positif dalam upaya mencapai target tahunan 10,5 juta ton GKG dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) melaporkan bahwa produksi padi di wilayahnya telah mencapai 4,16 juta ton gabah kering giling (GKG) hingga awal April 2026. Capaian ini merupakan 39,48 persen dari target tahunan yang ditetapkan sebesar 10,5 juta ton GKG untuk tahun 2026.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Widi Hartanto, menyampaikan data tersebut di Kabupaten Boyolali pada hari Sabtu. Informasi ini disampaikan saat Widi Hartanto mendampingi Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026.
Acara panen raya di Dukuh Nglarangan, Desa Teras, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, ini juga berlangsung secara daring bersamaan dengan agenda nasional. Agenda tersebut meliputi peletakan batu pertama pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri serta peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Capaian Produksi Padi dan Jagung di Jawa Tengah
Hingga awal April 2026, Produksi Padi Jateng telah mencapai 4,16 juta ton GKG, menandakan kemajuan signifikan menuju target 10,5 juta ton GKG yang ditetapkan untuk tahun ini. Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa indikator produksi pangan di Jawa Tengah menunjukkan tren positif. Capaian ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjaga stabilitas produksi pangan di daerah.
Selain padi, sektor pertanian jagung di Jawa Tengah juga menunjukkan perkembangan. Target produksi jagung pada 2026 ditetapkan sebesar 3,7 juta ton. Sementara itu, produksi jagung per April 2026 telah mencapai 984.959 ton, atau sekitar 26,62 persen dari target.
Kegiatan panen raya jagung yang dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI-Polri, kelompok tani, dan masyarakat, menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan produksi pangan. Keterlibatan berbagai elemen ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target produksi dan memastikan ketersediaan pangan yang memadai.
Sinergi Pemerintah dan Polri Perkuat Ketahanan Pangan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara aktif mendukung langkah-langkah Polri dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa panen raya jagung serentak kuartal II dilaksanakan di lahan seluas 189.760 hektare. Luas lahan ini memiliki potensi hasil panen mencapai sekitar 1,23 juta ton jagung.
Sebagai bagian dari upaya penguatan ekosistem pertanian, sebanyak 100 ton jagung hasil panen juga akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Jagung tersebut dibeli koperasi dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram dan dijual ke Malaysia seharga Rp7.000 per kilogram, menghasilkan margin keuntungan Rp500 per kilogram.
Polri terus mendorong penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir, salah satunya melalui dukungan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani jagung. Hingga saat ini, sebanyak 714 kelompok tani binaan Polri di 42 polres pada delapan polda telah memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut, dengan total pinjaman mencapai Rp30,3 miliar. Inisiatif ini menunjukkan peran aktif Polri dalam mendukung kesejahteraan petani dan stabilitas produksi pangan.
Strategi Pemprov Jateng Dorong Sektor Pertanian
Untuk mendukung pencapaian target Produksi Padi Jateng dan jagung, Pemprov Jateng telah mengalokasikan berbagai program strategis sepanjang tahun 2026. Program-program ini mencakup bantuan benih dan sarana produksi, rehabilitasi jaringan irigasi, serta pembangunan irigasi perpipaan. Modernisasi pertanian juga menjadi fokus melalui distribusi alat dan mesin pertanian kepada para petani.
Perlindungan petani juga menjadi prioritas utama Pemprov Jateng. Program asuransi usaha tani padi telah menjangkau seluas 10.449 hektare lahan. Selain itu, asuransi tembakau seluas 10.000 hektare juga disediakan untuk melindungi petani dari risiko gagal panen. Subsidi suku bunga bagi ratusan paket pembiayaan petani juga diberikan untuk meringankan beban finansial mereka.
Berbagai inisiatif ini menunjukkan komitmen Pemprov Jateng dalam menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan tangguh. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan sinergi dengan berbagai lembaga, diharapkan target produksi pangan dapat tercapai, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Jawa Tengah.
Sumber: AntaraNews