DPD RI Soroti Efektivitas Anggaran Pendidikan Papua, Desak Peningkatan Kualitas Data
Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma menyoroti efektivitas anggaran pendidikan Papua, khususnya Papua Barat, dan mendesak peningkatan kualitas data perencanaan untuk memastikan dana Otonomi Khusus (Otsus) tepat sasaran.
Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, menyoroti pentingnya efektivitas anggaran pendidikan di Provinsi Papua Barat. Ia mendesak seluruh pemerintah daerah di wilayah tersebut untuk meningkatkan kualitas data perencanaan dan kebutuhan pendidikan. Ini mencakup seluruh jenjang, dari pendidikan dasar hingga menengah atas, guna menjawab berbagai persoalan yang selama ini terjadi.
Pernyataan ini disampaikan Filep di Manokwari Selatan pada Senin, sebagai respons terhadap kondisi pendidikan di Tanah Papua. Menurutnya, masalah utama bukan hanya keterbatasan anggaran, melainkan juga menyangkut efektivitas pemanfaatan dana otonomi khusus (Otsus) agar tepat sasaran.
Langkah peningkatan kualitas data dianggap krusial agar setiap perencanaan dan pengalokasian anggaran pembangunan sektor pendidikan dapat dilakukan secara efektif. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberikan dampak signifikan bagi kemajuan pendidikan di wilayah tersebut.
Tantangan Efektivitas Dana Otsus Pendidikan
Filep Wamafma menegaskan bahwa perbincangan mengenai anggaran pendidikan seringkali terfokus pada kekurangan dana. Namun, ia menekankan pentingnya bagaimana uang yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal. Persoalan pendidikan di Tanah Papua, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan anggaran semata.
Lebih dari itu, tantangan utamanya adalah bagaimana dana Otonomi Khusus (Otsus) dapat dimanfaatkan secara efektif dan tepat sasaran. Keberhasilan pembangunan sektor pendidikan sangat didukung oleh ketersediaan data yang valid. Data ini harus mencakup kebutuhan riil sekolah, tenaga pengajar, serta jumlah siswa pada setiap jenjang pendidikan.
Ia juga menyoroti bahwa belum ada perubahan signifikan terkait afirmasi kepada siswa-siswi asli Papua jika dibandingkan sebelum dan sesudah adanya Otsus. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun dana telah dialokasikan, dampaknya belum terasa optimal di lapangan.
Dukungan Konkret dan Harapan Perbaikan
Dalam kesempatan yang sama, Filep Wamafma tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga memberikan dukungan konkret. Ia menyalurkan bantuan berupa 215 seragam batik kepada siswa dan guru SD Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) 12 Ora Et Labora. Sekolah ini berlokasi di Kampung Waroser, Distrik Oransbari, Manokwari Selatan.
Bantuan ini diberikan setelah pihak sekolah menyampaikan aspirasi pada perayaan HUT YPK 8 Maret 2026. Saat itu, diketahui bahwa masih ada sekitar 209 siswa yang belum memiliki seragam batik untuk digunakan ke sekolah. Filep, sebagai alumni YPK, merasa terpanggil untuk membantu memberikan seragam sekolah kepada adik-adik di sana.
Kepala SD YPK 12 Ora Et Labora, Magdalena Selfiana Betay, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan seragam ini dinilai dapat mendukung semangat belajar siswa. Selain itu, bantuan ini juga sangat membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah yang krusial bagi kelancaran proses belajar mengajar.
Sumber: AntaraNews