BI Purwokerto Gaungkan 'Run From Scam' di Maraton, Edukasi Waspada Penipuan Digital
Kantor Perwakilan BI Purwokerto sukses menggaungkan kampanye 'Run From Scam' di Purwokerto Half Marathon 2026, mengajak 6.000 peserta waspada terhadap berbagai modus penipuan digital.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto secara aktif menggaungkan kampanye bertajuk "Run From Scam" pada ajang Purwokerto Half Marathon (PHM) 2026. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat serta memperkuat perlindungan konsumen di tengah masifnya perkembangan era digital. Kegiatan edukatif ini dilaksanakan di kawasan Menara Teratai, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada hari Minggu, 17 Mei 2026, dengan menyasar sekitar 6.000 peserta maraton.
Inisiatif "Run From Scam" fokus pada edukasi mendalam mengenai berbagai bentuk penipuan digital yang semakin canggih. Modus kejahatan ini dirancang untuk mencuri uang, data pribadi, atau bahkan mengambil alih akses ke akun digital milik masyarakat. Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto, Christoveny, mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Banyumas, panitia, dan seluruh sponsor yang telah menyukseskan PHM 2026.
Christoveny menyatakan bahwa Bank Indonesia dipercaya sebagai education partner pada PHM 2026, dengan mengangkat tema "Run From Scam" yang secara spesifik menyerukan masyarakat untuk lari dari segala macam penipuan digital. "Pada tahun ini Bank Indonesia dipercaya menjadi education partner dan tema yang kami angkat adalah Run From Scam, lari dari segala macam penipuan digital," ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen BI dalam menjaga keamanan finansial masyarakat di era digital.
Waspada Modus Kejahatan Digital yang Kian Marak
Perkembangan teknologi digital saat ini tidak hanya membawa kemudahan, kecepatan, dan efisiensi dalam bertransaksi, namun juga turut meningkatkan risiko kejahatan digital. Modus penipuan digital terus berevolusi, menuntut masyarakat untuk selalu waspada dan tidak mudah terperdaya. Bank Indonesia melalui kampanye "Run From Scam" berupaya memberikan pemahaman komprehensif mengenai ancaman ini.
Christoveny menjelaskan beberapa modus kejahatan yang patut diwaspadai masyarakat. Modus tersebut meliputi tautan palsu yang sering disebar melalui pesan singkat atau email, aplikasi berbahaya (APK) yang berisi malware, serta upaya impersonasi atau penyamaran identitas. Selain itu, social engineering dan permintaan transfer dana atau data pribadi oleh pihak tidak dikenal juga menjadi ancaman serius.
Melalui momentum Purwokerto Half Marathon 2026, Bank Indonesia ingin meningkatkan pemahaman publik agar tidak mudah menjadi korban kejahatan keuangan digital. Edukasi ini diharapkan dapat membekali masyarakat dengan pengetahuan yang cukup untuk mengidentifikasi dan menghindari berbagai bentuk penipuan digital. Kampanye "Run From Scam" menjadi langkah proaktif dalam menjaga keamanan transaksi digital.
Pentingnya Verifikasi dan Literasi Keuangan Digital
Dalam menghadapi ancaman penipuan digital, Christoveny menekankan pentingnya sikap kehati-hatian dan verifikasi. "Kalau ada telepon, pesan, atau permintaan transfer yang mencurigakan, lakukan check and recheck. Harus benar-benar diverifikasi terlebih dahulu. Kalau ragu, setop dulu, jangan terburu-buru," tegasnya. Pesan ini menjadi kunci utama untuk melindungi diri dari modus-modus penipuan yang ada.
Edukasi yang diberikan oleh BI Purwokerto ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat secara keseluruhan. Dengan literasi yang lebih baik, masyarakat diharapkan semakin cerdas secara finansial, mampu menjaga keamanan data pribadi, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap berbagai ancaman kejahatan digital. Kampanye "Run From Scam" bukan hanya tentang menghindari penipuan, tetapi juga membangun ketahanan digital individu.
Lebih lanjut, kampanye "Run From Scam" ini tidak hanya menyasar aspek finansial, tetapi juga kesehatan secara menyeluruh. "Melalui Purwokerto Half Marathon, kami ingin masyarakat tidak hanya sehat secara fisik dan jasmani, tetapi juga sehat secara finansial dan aman secara digital. Mari lari dari penipuan, 'Run From Scam'," pungkas Christoveny. Pesan ini menggarisbawahi integrasi antara kesehatan fisik dan keamanan digital.
Kampanye "Run From Scam" Raih Rekor MURI
Keberhasilan kampanye "Run From Scam" dalam mengedukasi masyarakat mendapatkan pengakuan istimewa. Kampanye ini tercatat sebagai rekor baru di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan Nomor 12.727. Rekor ini diberikan untuk kategori edukasi perlindungan konsumen kepada peserta lari terbanyak, menunjukkan skala dan dampak positif dari inisiatif Bank Indonesia.
Piagam penghargaan MURI tersebut diserahkan langsung oleh Executive Manager MURI, Sri Widayati, kepada Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto, Christoveny. Penyerahan piagam dilakukan setelah gelaran Purwokerto Half Marathon 2026 di kawasan Menara Teratai, Purwokerto, pada hari Minggu, 17 Mei. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen BI dalam melindungi masyarakat dari ancaman penipuan digital.
Penghargaan MURI ini diharapkan dapat semakin memotivasi Bank Indonesia dan berbagai pihak terkait untuk terus meningkatkan upaya literasi dan perlindungan konsumen. Dengan demikian, masyarakat dapat bertransaksi secara aman dan nyaman di tengah pesatnya perkembangan ekosistem digital. Kampanye "Run From Scam" menjadi contoh sukses kolaborasi dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman.
Sumber: AntaraNews