Pemkab Probolinggo Beri Tips Keamanan Siber, Waspada Ancaman Penipuan Digital
Pemerintah Kabupaten Probolinggo membekali mahasiswa dan pelajar dengan Tips Keamanan Siber, meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penipuan digital yang kian marak di era modern.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) menyelenggarakan kuliah pakar di Universitas Hafshawaty Zainul Hasan (Unhasa) Genggong pada Minggu, 11 Januari. Acara ini bertujuan memberikan tips keamanan siber dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan digital di kalangan generasi muda. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Probolinggo untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Kuliah pakar bertema "Cyber Security: Aman di Internet dari Hacker dan Penipuan Digital" ini dihadiri oleh 101 peserta, yang terdiri dari mahasiswa Unhasa dan pelajar SMA dari wilayah Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Kehadiran berbagai kalangan peserta menunjukkan relevansi topik ini bagi berbagai tingkat pendidikan. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi para penggunanya.
Kepala Diskominfo Probolinggo, Hudan Syarifudin, dan dosen Politeknik Negeri Jember, Fatimatus Zahra, bertindak sebagai narasumber utama dalam acara tersebut. Mereka memaparkan materi mengenai dasar-dasar keamanan siber dan berbagai ancaman penipuan digital yang sering terjadi. Pemaparan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada para peserta.
Pentingnya Kesadaran Keamanan Digital di Era Modern
Rektor Unhasa Genggong, Nur Hamim, menekankan pentingnya keterbukaan terhadap kemajuan teknologi yang terus berkembang pesat. Ia menyatakan bahwa mahasiswa dan pelajar harus mampu memanfaatkannya dengan baik sambil memahami tantangan yang ada, termasuk ancaman keamanan siber dan penipuan digital. Kesadaran ini krusial untuk berinteraksi secara aman di lingkungan digital yang dinamis.
Menurut Nur Hamim, kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan Unhasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang informatika. Program Studi Informatika Unhasa yang baru resmi berdiri pada tahun 2025 ini menyelenggarakan seminar pakar pertamanya. Inisiatif ini menandai komitmen Unhasa dalam mencetak generasi yang cakap teknologi dan sadar keamanan siber.
Kepala Diskominfo Probolinggo, Hudan Syarifudin, menyoroti kemudahan aktivitas sehari-hari berkat digitalisasi yang semakin pesat. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga data pribadi agar tidak diakses pihak tidak bertanggung jawab. Kesadaran akan risiko digital menjadi kunci utama untuk tetap aman dan terlindungi di dunia maya.
Perangkat Digital sebagai Pintu Gerbang Keamanan Pribadi
Hudan Syarifudin mengibaratkan perangkat digital seperti telepon genggam, laptop, dan perangkat pendukung lainnya sebagai pintu menuju dunia digital. "Jika diibaratkan rumah, maka perangkat digital adalah pintunya," ujarnya, menekankan analogi yang mudah dipahami oleh peserta. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa sistem keamanan harus dirangkai dengan baik agar pintu tersebut tidak mudah dibuka oleh orang lain yang berniat jahat.
Materi dasar-dasar keamanan siber yang disampaikan Hudan Syarifudin sangat esensial bagi pengguna internet di era sekarang. Pemahaman ini membantu individu melindungi diri dari berbagai serangan siber, mulai dari phishing hingga malware. Ini juga meningkatkan kemampuan mereka dalam mengidentifikasi potensi penipuan yang semakin canggih dan beragam modusnya.
Setelah pemaparan Hudan, dosen Politeknik Negeri Jember, Fatimatus Zahra, melanjutkan dengan pembahasan lebih mendalam. Ia mengulas berbagai bentuk ancaman siber dan modus operandi penipuan digital yang sering terjadi di masyarakat. Edukasi ini diharapkan dapat membekali peserta dengan pengetahuan praktis untuk menghindari menjadi korban kejahatan siber dan menjaga privasi data mereka.
Pentingnya edukasi semacam ini tidak hanya berhenti pada mahasiswa dan pelajar, tetapi juga relevan bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan pemahaman yang kuat tentang keamanan siber, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam berinteraksi di ranah digital. Ini merupakan langkah proaktif dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan terpercaya bagi semua.
Sumber: AntaraNews