Tahukah Kamu? Diskominfo Kaltim Ajak Pelajar Bijak Bermedia Sosial Hindari Jeratan Hukum

Diskominfo Kaltim mengedukasi pelajar agar bijak bermedia sosial, melindungi diri dari jeratan hukum, dan menyebarkan informasi positif. Simak tips pentingnya di sini!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Kamu? Diskominfo Kaltim Ajak Pelajar Bijak Bermedia Sosial Hindari Jeratan Hukum
Diskominfo Kaltim mengedukasi pelajar agar bijak bermedia sosial, melindungi diri dari jeratan hukum, dan menyebarkan informasi positif. Simak tips pentingnya di sini! (Merdeka.com)

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur secara aktif mengampanyekan pentingnya perilaku bijak di media sosial. Kampanye ini menyasar para pelajar di Kutai Kartanegara, khususnya SMAN 2 Tenggarong, untuk membekali mereka dengan literasi digital. Tujuannya adalah melindungi generasi muda dari berbagai risiko negatif dunia maya.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada Kamis, 25 September, dengan fokus utama pada pencegahan hoaks dan konten pornografi. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut sekaligus memastikan pelajar dapat memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.

Kepala Bidang IKP dan Kehumasan Diskominfo Kaltim, Irene Yuriantini, menjelaskan urgensi dari edukasi ini. Ia menekankan bahwa perilaku bijak di media sosial sangat krusial untuk menghindari jeratan hukum, mencegah perpecahan sosial, serta mendorong penyebaran informasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Irene Yuriantini menguraikan beberapa aspek penting dalam menerapkan perilaku bijak bermedia sosial. Pelajar diajak untuk menjaga etika komunikasi, yaitu dengan tidak menggunakan kata-kata kasar dan senantiasa menghargai pendapat orang lain. Sikap ini menjadi fondasi utama dalam interaksi daring yang sehat dan konstruktif.

Selain itu, selektivitas dalam menyaring dan menyebarkan informasi juga ditekankan agar tidak terjerumus dalam penyebaran hoaks. Penting bagi setiap individu untuk memverifikasi kebenaran suatu informasi sebelum membagikannya. Langkah ini sangat krusial untuk menjaga integritas informasi di ruang publik digital.

Aspek lain yang tak kalah penting adalah menjaga privasi data pribadi serta mengatur waktu penggunaan media sosial agar tidak berlebihan. Keseimbangan antara aktivitas daring dan kegiatan belajar sangat diperlukan. Hal ini bertujuan agar fokus pada pendidikan tetap terjaga dan tidak terganggu oleh penggunaan gawai yang intens.

Pelajar juga diingatkan untuk bertanggung jawab atas setiap konten yang diunggah ke media sosial. Mereka didorong untuk berani melaporkan konten negatif atau tindakan perundungan siber (cyberbullying). Tindakan proaktif ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan positif.

Pemerintah daerah, melalui Diskominfo Kaltim, menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam literasi digital, menjadi prioritas utama. Upaya ini bertujuan membekali generasi muda dengan kemampuan adaptasi di era digital yang dinamis.

Irene Yuriantini secara khusus menyoroti ancaman serius dari hoaks dan konten pornografi. Kedua hal tersebut dianggap mampu merusak moral, memecah persatuan bangsa, serta mengganggu masa depan pelajar. "Kita hidup di era digital, di mana informasi menyebar begitu cepat," jelas Irene.

Ia melanjutkan, "Jika tidak disaring dengan bijak, hoaks dapat menimbulkan kebencian dan perpecahan. Sementara konten pornografi mampu merusak akhlak, mengganggu konsentrasi belajar, dan menjauhkan pelajar dari cita-cita besarnya." Pernyataan ini disampaikan Irene saat membuka Sosialisasi Anti Hoaks dan Konten Pornografi di SMAN 2 Tenggarong.

Ancaman ini bukan hanya bersifat teoritis, melainkan berdampak langsung pada perkembangan psikologis dan akademis pelajar. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai bahaya konten negatif menjadi sangat vital. Hal ini demi memastikan pelajar memiliki benteng pertahanan digital yang kuat.

Dalam kesempatan tersebut, Irene menitipkan tiga pesan kunci kepada para pelajar terkait penggunaan media sosial. Pesan pertama adalah agar mereka senantiasa bijak bermedia sosial dalam setiap aktivitas daring. Kebijaksanaan ini mencakup cara berinteraksi hingga pemilihan konten yang akan diakses.

Pesan kedua adalah pentingnya kemampuan memilah dan menyaring informasi sebelum menyebarkannya. Verifikasi fakta menjadi langkah fundamental untuk mencegah penyebaran berita palsu. Ini merupakan bentuk tanggung jawab digital setiap pengguna media sosial.

Terakhir, Irene menekankan agar pelajar menjauhi konten pornografi dan sebaliknya, menebarkan nilai-nilai positif di dunia maya. "Media sosial jangan dijadikan tempat menyebar keburukan," tambahnya. Ia mengajak pelajar untuk memanfaatkan platform digital sebagai sarana ekspresi positif.

"Gunakan untuk hal-hal baik, menunjukkan kreativitas, meraih prestasi, dan berbagi inspirasi," pungkasnya. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat literasi digital pelajar. Ini sekaligus menjadi upaya nyata Diskominfo Kaltim dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif dunia maya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi