Mahasiswa Unpam Gelar Sosialisasi Keamanan Digital Pelajar di Era AI, Cegah Kejahatan Siber

Mahasiswa S2 Unpam menggelar sosialisasi keamanan digital bagi pelajar di era kecerdasan buatan (AI) untuk membentengi generasi muda dari ancaman kejahatan siber dan penyalahgunaan data.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mahasiswa Unpam Gelar Sosialisasi Keamanan Digital Pelajar di Era AI, Cegah Kejahatan Siber
Mahasiswa S2 Unpam menggelar sosialisasi keamanan digital bagi pelajar di era kecerdasan buatan (AI) untuk membentengi generasi muda dari ancaman kejahatan siber dan penyalahgunaan data. (AntaraNews)

Sejumlah mahasiswa Program Pascasarjana Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang (Unpam) di Tangerang Selatan, Banten, menggelar kegiatan sosialisasi penting. Mereka berfokus pada keamanan digital bagi para pelajar di era kecerdasan buatan (AI). Kegiatan ini bertujuan membekali generasi muda dengan pengetahuan untuk mencegah kejahatan siber yang marak.

Sosialisasi ini dilaksanakan di SMP Islam At-Taqwa Pamulang, Tangerang Selatan, pada Minggu. Inisiatif ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Langkah ini menunjukkan komitmen Unpam dalam literasi digital dan pencegahan kejahatan siber.

Para mahasiswa Unpam menekankan pentingnya menjaga data pribadi di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Mereka juga mengedukasi tentang risiko kebocoran data dan penyalahgunaan informasi. Tujuannya agar pelajar menjadi pengguna teknologi yang bijak dan bertanggung jawab.

I Made Mustika Kerta Astawa, salah satu mahasiswa S2 Unpam, menjelaskan strategi dasar yang dapat dilakukan pelajar. Salah satunya adalah membuat serta mengganti kata sandi secara berkala. Hal ini penting untuk memastikan identitas diri tetap aman dan tidak mudah diakses pihak tak bertanggung jawab.

Selain itu, pelajar dianjurkan rutin memeriksa email melalui aplikasi periksadata.com. Setiap aktivitas yang dilakukan di ruang siber akan meninggalkan jejak digital. Pemeriksaan ini krusial guna mencegah penyalahgunaan data pribadi yang dapat berujung pada kejahatan siber.

“Tujuannya adalah mencegah terjadinya kebocoran data,” ujar I Made Mustika Kerta Astawa. Ia menambahkan, banyak aplikasi saat ini mengharuskan penyertaan email, yang berpotensi menjadi celah kejahatan. Verifikasi data menjadi langkah preventif yang sangat diperlukan untuk menjaga keamanan digital.

Rafi Mahmud Zain, selaku dosen Unpam, menyoroti beberapa isu krusial lainnya yang disampaikan dalam sosialisasi. Ini termasuk bahaya aplikasi berbahaya (APK) yang dapat merusak perangkat atau mencuri data. Pelajar perlu waspada terhadap sumber unduhan tidak resmi yang tidak terverifikasi keamanannya.

Sosialisasi juga membahas penyebaran hoaks yang masif di media sosial dan dampaknya. Kemampuan berpikir kritis sangat dibutuhkan untuk memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Hal ini penting agar pelajar tidak mudah percaya pada berita palsu yang menyesatkan.

Isu maraknya praktik judi online (judol) di kalangan pelajar turut menjadi perhatian utama. “Kita ingin agar pelajar menjadi pengguna teknologi yang bijak dan bisa menjaga privasi pada era masa kini, agar tidak terjebak pada hal yang negatif bahkan judi online,” katanya.

Rafi Mahmud Zain menegaskan bahwa pelajar merupakan objek penting untuk diberikan sosialisasi literasi digital. Terutama di era kecerdasan buatan yang terus berkembang pesat. Pemahaman mendalam tentang teknologi dan risiko-risikonya menjadi kunci utama bagi generasi muda.

Kepala Sekolah SMP Islam At-Taqwa, H. Budi Waluyo, menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi inisiatif Unpam. Ia berharap sosialisasi ini dapat menambah pengetahuan 35 pelajar yang hadir. Kerjasama antara Unpam dan sekolah diharapkan dapat terus berlanjut untuk edukasi berkelanjutan.

H. Budi Waluyo juga mengingatkan tentang kehadiran AI di mana-mana dan perannya dalam kehidupan sehari-hari. “AI adalah alat yang sangat kuat dan kekuatan sesungguhnya ada pada yang menggunakannya dengan bijak,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya menjaga privasi, selalu melakukan verifikasi, dan berpikir kritis agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi