Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan peran penting gastronomi dalam pengembangan sektor pariwisata nasional. Penekanan ini disampaikan dalam sebuah keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu. Beliau mengajak seluruh pelaku industri pariwisata untuk terus berkolaborasi.
Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia. Namun juga untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih berkualitas dan berkelanjutan bagi para pengunjung. Ini akan memberikan dampak ekonomi signifikan dan jangka panjang bagi masyarakat.
Menurut Ni Luh, gastronomi bukan sekadar bagian dari pengalaman wisatawan. Lebih dari itu, gastronomi juga merepresentasikan identitas budaya daerah serta membuka berbagai peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Gastronomi: Jantung Identitas Budaya dan Penggerak Ekonomi Lokal
Ni Luh Puspa menjelaskan bahwa gastronomi memiliki peran ganda yang krusial dalam ekosistem pariwisata. Gastronomi tidak hanya memperkaya pengalaman perjalanan wisatawan, tetapi juga menjadi cerminan otentik dari kekayaan budaya suatu daerah.
Aspek ini membuka pintu bagi peluang ekonomi yang luas bagi komunitas lokal. Misalnya, melalui pengembangan produk kuliner, agrowisata, hingga industri kreatif terkait makanan dan minuman. Hal ini mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Oleh karena itu, Wamenpar mengajak semua pemangku kepentingan pariwisata untuk memperkuat sinergi. Sinergi ini penting guna merumuskan dan menjalankan program-program yang mampu meningkatkan kualitas industri pariwisata nasional secara menyeluruh.
Advertisement
Advertisement
Kunjungan Wisatawan Meningkat di Tengah Dinamika Geopolitik Global
Meskipun dunia diwarnai oleh dinamika dan ketidakpastian geopolitik, Indonesia tetap menjadi destinasi menarik. Daya tarik ini berlaku bagi masyarakat dunia maupun wisatawan dalam negeri. Ini menunjukkan resiliensi sektor pariwisata Indonesia.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengonfirmasi tren positif tersebut. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nusantara menunjukkan pertumbuhan. Peningkatan ini terjadi selama periode Januari hingga Mei 2026 dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Secara kumulatif, Indonesia mencatat 6,07 juta kunjungan wisman dari Januari hingga Mei 2026. Angka ini menandai pertumbuhan sebesar 7,68 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Advertisement
Sementara itu, perjalanan wisatawan dalam negeri mencapai 523,22 juta perjalanan pada Januari hingga Mei 2026. Angka ini meningkat 2,86 persen dari 508,67 juta perjalanan pada periode Januari hingga Mei 2025.
Advertisement
Peran Pameran Kuliner dalam Memperkuat Ekosistem Pariwisata
Wamenpar Ni Luh Puspa juga memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan pameran kuliner Nusantara. Pameran ini juga mencakup sektor perhotelan. Acara semacam ini dianggap sebagai ruang kolaborasi vital.
Pameran tersebut mempertemukan berbagai pelaku industri kuliner, makanan dan minuman, serta hospitality. Tujuannya adalah memperkuat rantai nilai pariwisata Indonesia. Ini menciptakan ekosistem yang lebih terintegrasi.
Ni Luh menegaskan bahwa sinergi yang terjalin melalui pameran ini sangat diharapkan. Sinergi ini akan memperkuat ekosistem pariwisata dan industri hospitality Indonesia agar semakin inovatif dan inklusif dalam menghadapi dinamika pasar global.
Advertisement
Sumber: AntaraNews