Transformasi Jakarta Kota Global: Tak Cukup Fisik, Kualitas Layanan Jadi Kunci Utama

Percepatan Transformasi Jakarta Kota Global menuju 50 besar dunia pada 2030 tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, namun juga peningkatan kualitas layanan dasar dan SDM.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Transformasi Jakarta Kota Global: Tak Cukup Fisik, Kualitas Layanan Jadi Kunci Utama
Percepatan Transformasi Jakarta Kota Global menuju 50 besar dunia pada 2030 tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, namun juga peningkatan kualitas layanan dasar dan SDM. (AntaraNews)

Transformasi Jakarta menuju kota global membutuhkan lebih dari sekadar pembangunan fisik. Hal ini diungkapkan dalam sebuah diskusi yang membahas akselerasi pembangunan Ibu Kota pada Jumat (10/7) di Balai Kota DKI Jakarta.

Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR), Sugiyanto, menekankan bahwa peningkatan kualitas layanan dasar menjadi kunci utama. Layanan tersebut meliputi air bersih, sanitasi, lingkungan, transportasi, inovasi, hingga sumber daya manusia (SDM).

Tujuan percepatan ini adalah agar Jakarta mampu masuk dalam 50 besar kota global pada tahun 2030. Konsep ini telah memiliki dasar hukum kuat melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) dan diperkuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) menuju Indonesia Emas 2045.

Indikator dan Tantangan Jakarta Menuju Kota Global

Status Jakarta sebagai kota global diukur melalui berbagai indikator internasional yang komprehensif. Indikator tersebut mencakup kualitas transportasi, lingkungan, tata kelola pemerintahan, daya saing ekonomi, inovasi, dan kualitas hidup masyarakat.

Saat ini, posisi Jakarta masih berada di kisaran peringkat ke-71 dalam salah satu indeks kota global. Oleh karena itu, percepatan pembangunan di berbagai sektor sangat diperlukan agar target masuk 50 besar dunia dapat tercapai pada tahun 2030.

Sugiyanto menegaskan bahwa persoalan kota global bukan hanya soal gedung-gedung tinggi atau pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, transformasi ini mencakup banyak aspek yang saling berkaitan dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

Pengendalian emisi, peningkatan sanitasi, pengelolaan sampah berbasis energi, dan transformasi teknologi juga harus menjadi perhatian pemerintah. Ini adalah bagian integral dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan.

Peningkatan Kualitas SDM dan Layanan Dasar

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menyoroti pentingnya penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai fondasi pembangunan Jakarta menuju kota global. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadikan peningkatan akses pendidikan sebagai prioritas utama.

Upaya ini diwujudkan melalui perluasan penerima manfaat Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga berbagai program beasiswa. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa Jakarta tidak hanya bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia, tetapi juga dengan kota-kota besar dunia.

Selain SDM, ketersediaan air bersih juga menjadi indikator krusial dalam transformasi Jakarta. Direktur Utama PT PAM Jaya (Perseroda), Arief Nasrudin, menjelaskan bahwa PAM Jaya telah berhasil meningkatkan cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta hingga 82 persen.

Capaian ini setara dengan sekitar 1,2 juta sambungan rumah atau hampir 9 juta penduduk yang telah menikmati layanan air bersih. Peningkatan ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemprov DKI Jakarta, termasuk percepatan perizinan hingga penguatan regulasi yang mempercepat pembangunan jaringan perpipaan.

Kolaborasi Multi-Pihak untuk Akselerasi Pembangunan

Sugiyanto menekankan bahwa percepatan pembangunan Jakarta menuju kota global membutuhkan gerakan bersama dari berbagai elemen masyarakat. Seluruh organisasi perangkat daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat umum harus bergerak secara sinergis.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menambahkan bahwa transformasi Jakarta menuju kota global terus menjadi agenda pemerintah daerah. Ini dilakukan melalui penguatan kerja sama internasional, pembangunan berkelanjutan, serta peningkatan daya saing kota di berbagai sektor.

Arief Nasrudin dari PAM Jaya juga mengungkapkan optimisme terhadap kolaborasi yang terjalin. Menurutnya, dukungan bukan hanya sekadar dukungan bicara, tetapi juga dukungan aturan dan berbagai bentuk dukungan lainnya, yang menyatukan semangat semua pihak.

Kolaborasi yang kuat ini diyakini akan mempercepat pencapaian target layanan air bersih 100 persen bagi seluruh warga Jakarta. Dengan semangat kebersamaan, target-target ambisius untuk Jakarta sebagai kota global dapat direalisasikan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi