Diskominfo Kaltim Ajak Pelajar Perkuat Keamanan Digital dan Tangkal Intoleransi
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim gencar sosialisasikan pentingnya keamanan digital dan cara tangkal intoleransi di media sosial kepada pelajar, mengingat rendahnya literasi digital membuat generasi muda rentan kejahatan siber.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) secara intensif menggelar sosialisasi bagi pelajar. Kegiatan ini bertujuan memperkuat keamanan digital serta menangkal ancaman intoleransi di media sosial.
Penelaah Teknis Kebijakan Diskominfo Kaltim, Dafa Ezra, menegaskan bahwa kesadaran akan perlindungan data pribadi kini menjadi sebuah keharusan. Hal ini disampaikan dalam era transformasi digital yang semakin pesat perkembangannya.
Sosialisasi ini berlangsung di MA Darul Ihsan, Samarinda, pada Jumat (13/2). Acara bertajuk “Transformasi Gim Online dan Ancaman Intoleransi di Media Sosial” ini menyasar generasi muda yang rentan terhadap penyalahgunaan data.
Ancaman Siber dan Pentingnya Perlindungan Data Pribadi
Dafa Ezra menyoroti rendahnya literasi digital di kalangan generasi muda. “Rendahnya literasi digital membuat generasi muda rentan terhadap penyalahgunaan data, seperti akun palsu hingga penipuan terorganisir,” ungkapnya. Kondisi ini memperlihatkan betapa krusialnya pemahaman akan keamanan digital.
Ia mengupas berbagai jenis kejahatan siber (cybercrime) yang marak terjadi saat ini. Mulai dari phishing yang mengincar data sensitif, hingga ancaman ransomware yang dapat mengunci akses sistem dan meminta tebusan.
Untuk mencegah risiko tersebut, Diskominfo Kaltim mendorong siswa mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA). Selain itu, penting juga untuk rutin memperbarui kata sandi guna menjaga keamanan akun digital mereka dari akses tidak sah.
Melawan Hoaks, Cyberbullying, dan Radikalisme di Dunia Maya
Selain kejahatan siber, Dafa Ezra juga menyoroti bahaya hoaks dan cyberbullying. Kedua fenomena ini berpotensi memicu sikap intoleransi di kalangan masyarakat, khususnya di media sosial dan platform daring.
Lebih lanjut, fitur live chat pada gim daring seringkali menjadi celah masuknya paham radikalisme. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat interaksi tanpa batas di platform tersebut dapat memengaruhi pola pikir.
Dampak negatif lainnya adalah jejak digital yang buruk, yang dapat menghambat prospek karier siswa di masa depan. Oleh karena itu, bijak dalam berinteraksi di dunia maya sangatlah krusial demi masa depan yang lebih baik.
Membangun Komunitas Pelajar Sadar Digital
Melalui edukasi intensif ini, Diskominfo Kaltim berharap dapat melahirkan komunitas “Pelajar Sadar Digital”. Komunitas ini diharapkan menjadi garda depan dalam verifikasi informasi dan memerangi disinformasi yang beredar luas.
Inisiatif ini bertujuan untuk memberdayakan pelajar agar lebih kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan positif di lingkungan digital, menciptakan ruang maya yang lebih aman.
Dafa Ezra menutup paparannya dengan pesan penting: “Teknologi adalah alat, tapi karakter penggunanya adalah penentu.” Pesan ini menekankan peran etika dan moral dalam pemanfaatan teknologi untuk tujuan yang konstruktif.
Sumber: AntaraNews