DPRD Surabaya Apresiasi Inovasi Kapolrestabes Surabaya Edukasi Medsos, Dekatkan Polri dengan Masyarakat

Wakil Ketua DPRD Surabaya memuji langkah Kapolrestabes Surabaya Kombes Polisi Luthfie Sulistiawan dalam memberikan edukasi lewat media sosial, menjadikan Polri lebih dekat. Inovasi Kapolrestabes Surabaya Edukasi Medsos ini diharapkan jadi contoh bagi inst

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DPRD Surabaya Apresiasi Inovasi Kapolrestabes Surabaya Edukasi Medsos, Dekatkan Polri dengan Masyarakat
Wakil Ketua DPRD Surabaya memuji langkah Kapolrestabes Surabaya Kombes Polisi Luthfie Sulistiawan dalam memberikan edukasi lewat media sosial, menjadikan Polri lebih dekat. Inovasi Kapolrestabes Surabaya Edukasi Medsos ini diharapkan jadi contoh bagi inst (AntaraNews)

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Arif Fathoni, memberikan pujian atas langkah inovatif Kapolrestabes Surabaya Kombes Polisi Luthfie Sulistiawan. Pujian ini disampaikan di Surabaya pada Minggu (21/6) terkait strategi edukasi melalui media sosial. Inisiatif ini berhasil menghadirkan wajah kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat luas.

Fathoni menyoroti bagaimana di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai kasus hukum, kehadiran polisi di platform digital menjadi metode yang sangat efektif. Pendekatan ini memungkinkan proses penegakan hukum dijelaskan secara lebih transparan dan mudah diakses. Masyarakat kini tidak hanya mengetahui hasil akhir suatu perkara, tetapi juga memahami seluk-beluknya.

Melalui konten yang tidak hanya menghibur tetapi juga edukatif, masyarakat dapat memahami berbagai tantangan yang dihadapi aparat di lapangan. Hal ini termasuk lika-liku penindakan hukum serta hambatan-hambatan yang dialami oleh para penyidik di lapangan. Hasilnya adalah peningkatan pemahaman publik yang signifikan.

Keterbukaan Informasi dan Partisipasi Publik

Arif Fathoni menekankan bahwa keterbukaan informasi yang diusung oleh Kapolrestabes Surabaya melalui media sosial membuka ruang baru bagi partisipasi masyarakat. Ruang ini memungkinkan publik untuk turut serta mengawasi kinerja kepolisian secara lebih aktif. Pengawasan publik semacam ini merupakan indikator positif.

Menurutnya, pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat justru menunjukkan adanya peningkatan kepedulian terhadap institusi Polri. Ketika partisipasi publik dalam mengawasi kinerja kepolisian terjadi, hal itu berarti kecintaan masyarakat terhadap Polri juga mulai meningkat. Ini adalah sinyal positif bagi hubungan antara polisi dan warga.

Konten edukatif yang disajikan tidak hanya informatif tetapi juga mampu membangun jembatan komunikasi. Masyarakat dapat berinteraksi langsung dan mendapatkan penjelasan mengenai isu-isu hukum yang relevan. Pendekatan ini menciptakan ekosistem komunikasi yang lebih sehat dan responsif.

Pendekatan Humanis dalam Penegakan Hukum

Fathoni menambahkan bahwa berbagai perkara yang selama ini menjadi perhatian publik telah dijawab tuntas oleh jajaran kepolisian. Respon ini diwujudkan melalui langkah-langkah penegakan hukum yang tegas dan terukur. Proses penindakan tidak hanya dilakukan di lapangan, tetapi juga dikomunikasikan secara humanis.

Komunikasi yang humanis ini disampaikan kepada masyarakat melalui konten-konten yang mudah dicerna dan relevan. Perkara-perkara yang menjadi atensi publik telah menjadi energi bagi polisi untuk menjawab rasa keadilan publik. Penindakan hukum yang progresif disampaikan dengan cara yang lebih simpatik.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa kepolisian berupaya keras untuk tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga membangun empati. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan bahwa aparat penegak hukum hadir sebagai bagian dari mereka. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan dan dukungan publik.

Inspirasi bagi Institusi Lain

Wakil Ketua DPRD Surabaya berharap pola komunikasi yang dibangun oleh Kapolrestabes Surabaya ini dapat menjadi contoh. Pola ini diharapkan bisa diikuti oleh instansi vertikal lainnya, khususnya jajaran kepolisian di berbagai daerah di Indonesia. Ini adalah model komunikasi yang patut ditiru.

Fathoni secara khusus berharap langkah Kombes Luthfie Sulistiawan dapat menginspirasi seluruh jajaran kepolisian se-Indonesia. Tujuannya adalah untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dan humanis dengan masyarakat. Inovasi ini diharapkan menjadi pemicu perubahan layanan.

"Mudah-mudahan ini bisa menjadi semacam trigger perubahan layanan pada semua instansi vertikal yang ada di Kota Surabaya," ujar Fathoni. Ia melanjutkan, "Sehingga masyarakat Surabaya benar-benar merasakan sentuhan instrumen negara dalam sendi-sendi kehidupan sehari-hari." Apresiasi ini menggarisbawahi potensi dampak positif yang luas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi