Jurus Jitu Layanan Call Center 110 Polri

Call center 110 ini merupakan program unggulan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam melayani masyarakat secara cepat.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Jurus Jitu Layanan Call Center 110 Polri
Polisi respons laporan warga lewat Call Center 110. (merdeka.com/istimewa).

Suara dering telepon contact center 110 Polri memecah keheningan malam. Operator layanan pusat panggilan menerima telepon dengan hangat. Operator lalu menanyakan maksud tujuan menghubungi layanan saluran resmi dibikin Polri untuk memudahkan laporan masyarakat tersebut.

Dari balik gawainya, Lia menceritakan peristiwanya dialaminya. Bukan tentang kejadian perampokan atau aksi bandit jalanan, melainkan tentang sebuah tas berisi tablet milik seorang anak tertinggal di warung pecel ayam.

Semula Lia sempat tidak yakin laporannya akan diproses. Namun keraguan itu diurungkan. Lia tetap mencoba menghubungi layanan Call Center Polri 110. Bagi perempuan berusia 44 tahun itu, kehilangan sebuah tas mungkin bukan perkara yang akan membuat polisi datang ke lokasi.

Bagi Lia, malam itu seharusnya menjadi perjalanan pulang biasa. Bersama suami dan kedua anaknya, dia singgah di sebuah warung pecel ayam di Jalan Sabang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Niat menikmati makan malam di lokasi urung terlaksana ketika anak bungsunya tiba-tiba rewel. Makanan akhirnya dibungkus, dan keluarga kecil itu bergegas pulang menuju Depok.

Di tengah kepanikan mengurus anak, tas berisi tablet milik sang buah hati tertinggal begitu saja di warung.

Jarak puluhan kilometer yang telah ditempuh baru menyadarkan Lia bahwa barang berharganya tidak lagi bersamanya. Harapan untuk menemukannya kembali terasa tipis. Apalagi, kejadian berlangsung larut malam.

Kisah ini diceritakan langsung usai merasakan langsung kebaikan polisi usai menerima laporan melalui call center 110. Awalnya, ia bersama dengan suami dan dua anaknya itu berniat ingin makan di warung pecel ayam di Jalan Sabang, pada Rabu (13/5), sekira pukul 23.30 Wib.

"Nah, saat itu anak saya itu bawa tas isinya tablet, dia taruh di bawah meja dekat kursi. Lalu karena anak saya yang bungsu ini rewel, akhirnya kami putuskan untuk take away pesanannya, dan saya bersama dua anak saya kembali ke mobil sambil menunggu suami," ujar Lia saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (13/7).

Polisi respons laporan warga lewat Call Center 110.
Polisi respons laporan warga lewat Call Center 110. (merdeka.com/istimewa).

Rasa sayang terhadap anaknya itu kemudian membuat Lia teringat dengan call center 110. Meski sempat pesimis jika laporannya itu tidak dapat diproses, hal ini pun berbanding terbalik. Singkatnya, call center 110 Polres Metro Jakpus juga menerima panggilan dan merespons dengan sangat baik dan cepat. Dia meminta tolong kepada polisi untuk mengecek tas anaknya tertinggal di area warung pecel lele.

"Saya posisi bingung, mana capek karena sudah jam 12 tengah malam, kalau kami ke sana tapi ternyata enggak ada pikir kami cuma buang-buang waktu dan tenaga. Lalu saya ingat call center 110, saya coba telpon dan ternyata nyambungnya ke Polres Metro Depok, bukan ke Polres Metro Jakpus, karena posisi saya sudah di Depok," cerita Lia.

Tak lama setelah laporan diterima, petugas Polres Metro Jakarta Pusat bergerak menuju warung yang dimaksud. Setibanya di lokasi, anggota polisi melakukan video call dengan Lia untuk memastikan tas yang ditemukan benar miliknya.

Singkatnya, polisi dari Polsek Menteng bernama Joko datang ke lokasi. Lia lalu memberikan petunjuk tempat makan di mana tas putrinya itu tertinggal itu kepada personel Polsek Menteng melalui video call.

"Ini tas yang tertinggal?" tanya petugas melalui sambungan video.

Lia membenarkannya. Karena lokasi rumahnya cukup jauh, dia meminta agar tas tersebut diamankan dan akan diambil keesokan harinya.

"Jadi awalnya saya pesimis, pikir saya 'ini bapak polisi tengah malam saya minta bantuin hal sepele begini kira-kira mau nggak ya'. Tapi ternyata call center 110 itu beneran menindaklanjuti laporan saya, dan Alhamdulillah masih ada tasnya," tambahnya.

Mengetahui tasnya masih ada, Lia pun akhirnya memutuskan pergi menuju Polsek Menteng meski sudah dini hari Kamis (14/5).

Atas kesigapan anggota tersebut, Lia mengapresiasi kesigapan call center 110 dan personel polisi yang menindaklanjuti laporannya tersebut.

"Saya sangat mengapresiasi bapak-bapak kepolisian, call center 110 benar-benar membantu. Saya mengucapkan terima kasih kepada Call Center 110 Polres Depok, Polres Jakpus, dan bapak-bapak polisi di Polsek Menteng serta Subdit Resmob Polda Metro Jaya juga, karena saya juga di saat yang sama meminta bantuan ke Subdit Resmob. Terima kaaih kepada Pak Kapolres Metro Jakpus dan jajaran. Tidak percuma lapor polisi. Ini pertama kali saya mencoba menghubungi 110 dan benar-benar dilayani dengan baik," ujar dia.

"Dan saya juga berterima kasih kepada Ibu Nur Azizah, pemilik warung pecel ayam atas kejujurannya dan rasa tanggung jawabnya sehingga tas putri saya bisa diselamatkan oleh ibu tersebut. Saya bersyukur bertemu orang baik seperti Ibu Nur dan bapak-bapak kepolisian. Kalau yang nemuin orang jahat mungkin sudah hilang tablet tersebut," kata Lia.

Polisi respons laporan warga lewat Call Center 110.
Polisi respons laporan warga lewat Call Center 110. (merdeka.com/istimewa).

Call Center 110 Program Unggulan Kapolri

Respons cepat polisi atas laporan masyarakat melalui sambungan telepon atau call center 110 ini merupakan program unggulan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam melayani masyarakat secara cepat. Apalagi, tidak adanya biaya alias gratis untuk menghubungi dan meminta bantuan personel Polri.

Layanan Call Center 110 sendiri merupakan salah satu program pelayanan publik Polri yang dapat diakses masyarakat secara gratis selama 24 jam. Nomor darurat tersebut menjadi jalur bagi warga untuk melaporkan berbagai situasi yang memerlukan kehadiran polisi, mulai dari tindak kriminal, gangguan keamanan, hingga permintaan bantuan.

"Jadi, call center 110 kepolisian ini bagian menjadi program unggulan Bapak Kapolri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Call center 110 ini gratis dan berlaku operasional selama 24 jam non-stop, artinya personil yang ditempatkan itu bertugas secara pergantian, dimana mengemban fungsi operator. Tentu di dalam hal mekanisme atau bagaimana perjalanannya, ada beberapa bagian," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P Hutagalung.

 

Proses Laporan Call Center 110

Reynold kemudian menjelaskan proses call center 110, dari mulai menerima panggilan dari masyarakat hingga akhirnya mendatangi lokasi yang dimaksud oleh si penelpon. Awalnya, masyarakat menghubungi 110 dengan durasi sambung hingga direspon selama 10 detik. Jika Polsek dekat lokasi tidak merespon maka akan secara otomatis dialihkan ke tingkat yang lebih atas secara berjenjang.

Jika sudah terhubung, maka petugas langsung melakukan verivikasi atau pendataan atas apa yang ingin dilaporkannya. Setelah terverivikasi, selanjutnya petugas piket pun bergegas menuju ke lokasi yang sebelumnya sudah dilaporkan kepada polisi. Sehingga tak sembarang petugas yang datang ke lokasi, karena menyesuaikan atas apa yang dilaporkan oleh masyarakat.

Menurut Reynold, sistem pelayanan dirancang agar setiap panggilan segera mendapatkan respons. Target waktu penyambungan hanya sekitar 10 detik. Apabila satuan terdekat belum merespons, sistem akan mengalihkan panggilan secara berjenjang ke tingkat yang lebih tinggi.

Setelah laporan diterima, operator melakukan verifikasi terhadap informasi yang disampaikan pelapor. Selanjutnya, petugas piket yang sesuai dengan kebutuhan penanganan langsung diberangkatkan menuju lokasi.

Tak berhenti pada pelayanan di lapangan, seluruh respons terhadap laporan masyarakat juga dievaluasi secara rutin. Setiap pekan, jajaran Polres Metro Jakarta Pusat menggelar evaluasi terhadap seluruh pelayanan, termasuk penanganan laporan melalui Call Center 110. Evaluasi tersebut menjadi ruang untuk memperbaiki kekurangan sekaligus memastikan pelayanan publik terus meningkat.

"Nah, malamnya itu mulai pukul 19.00 Wib sampai dengan 21.00 Wib, kita melakukan evaluasi kegiatan satu minggu yang lalu dan mempersiapkan kegiatan satu minggu ke depan. Salah satunya adalah respon ataupun laporan 110 call center ke polisian ini," pungkasnya.

Kisah Lia bukan sekadar cerita tentang tas yang kembali ke pemiliknya. Peristiwa itu menjadi gambaran pelayanan publik tidak selalu diukur dari besar kecilnya sebuah perkara, melainkan dari kesediaan hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

Rekomendasi