Kapal motor nelayan (KMN) Entok yang membawa 14 anak buah kapal (ABK) dilaporkan hilang setelah berangkat melaut untuk mencari ikan di Perairan Lamongan. Kapal tersebut sudah Hilang kontak selama 40 hari.
Hingga Selasa (14/7), belum ada kabar dari kapal tersebut. Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan tim gabungan untuk operasi pencarian. KN SAR 249 Permadi diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak sekitar pukul 07.15 WIB menuju lokasi pencarian yang berjarak kurang lebih 157 mil laut.
Area pencarian difokuskan pada jalur pelayaran dan lokasi yang diduga menjadi kawasan operasi penangkapan ikan KMN Entok berdasarkan informasi dari keluarga para ABK. Keluarga korban dilibatkan dalam proses pencarian.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit mengatakan keikutsertaan keluarga korban diharapkan dapat membantu mengidentifikasi lokasi yang selama ini menjadi area penangkapan ikan. Sehingga pencarian dapat dilakukan lebih tepat sasaran.
"Keterlibatan keluarga korban yang mengetahui kebiasaan lokasi penangkapan ikan diharapkan dapat membantu memastikan area yang biasa dilalui maupun menjadi lokasi operasi KMN Entok," ujar Nanang.
Selain penyisiran di laut, Kantor SAR Kelas A Surabaya juga menyebarluaskan informasi mengenai hilangnya KMN Entok kepada berbagai instansi maritim dan jaringan pelayaran melalui pemapelan informasi serta e-broadcast kepada kapal-kapal yang melintasi jalur yang diperkirakan menjadi area operasi kapal nelayan tersebut.
Informasi telah diteruskan kepada SROP Surabaya, Vessel Traffic Service (VTS) Surabaya, KSOP Tanjung Pakis, PSDKP Brondong, SROP Tuban, SROP Bawean, KSOP Kalianget, SROP Kalianget, Satpolairud Sumenep, SROP Masalembu, UPP Masalembu, UPP Sapudi, UPP Sapeken, UPP Telaga Biru, hingga paguyuban nelayan di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa.
Meski berbagai langkah pencarian telah dilakukan, tim SAR gabungan masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan KMN Entok.
Belum ada laporan mengenai badan kapal, puing-puing, maupun petunjuk lain yang mengarah pada kapal nelayan yang membawa 14 ABK tersebut.
Operasi pencarian akan terus dilanjutkan sembari menunggu informasi tambahan dari unsur maritim maupun masyarakat nelayan.