2 Aksi Demo Digelar di Jakarta Pusat, 418 Personel Diterjunkan

Selama pelaksanaan demo, pihak kepolisian akan melakukan pengaturan lalu lintas sesuai dengan situasi yang ada.

Nanda Perdana Putra
Oleh Nanda Perdana Putra - Reporter
2 Aksi Demo Digelar di Jakarta Pusat, 418 Personel Diterjunkan
Kericuhan mewarnai aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa di kawasan Istana Negara, Senin (5/9/2022). Sejumlah demonstran berupaya menerobos kawat berduri penyekat lokasi aksi.

Untuk menjaga ketertiban, sebanyak 418 anggota dari berbagai instansi keamanan dikerahkan guna mengawasi dua aksi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta Pusat pada Rabu (15/7/2026). Anggota yang terlibat berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta jajaran Polsek yang ada di wilayah tersebut.

Iptu Erlyn Sumantri, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, menginformasikan bahwa aksi pertama akan dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Keadilan yang berkolaborasi dengan beberapa elemen massa di depan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, yang terletak di Jalan Lapangan Banteng.

"Pengamanan aksi unjuk rasa dari Aliansi Mahasiswa Peduli Keadilan dan beberapa elemen massa di Kantor OJK RI, Jalan Lapangan Banteng dengan rencana giat pukul 10.00 WIB," jelas Erlyn dalam keterangan resmi yang disampaikan di Jakarta.

Setelah aksi pertama, petugas keamanan juga akan disiapkan untuk mengawasi demonstrasi yang diadakan oleh Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Indonesia bersama beberapa elemen massa lainnya di kawasan Gambir.

Aksi unjuk rasa ini direncanakan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB, sehingga personel harus siap siaga untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama kegiatan tersebut berlangsung.

Pengaturan Lalu Lintas

Massa mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di kawasan Jakarta Pusat. Mereka terhalang pagar besi kepolisan saat menuju Patung Kuda. (Liputan6/Rifqy Alief)
Sejumlah mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di Jakarta Pusat. Saat menuju Patung Kuda, mereka terhalang oleh pagar besi yang dipasang polisi. (Liputan6/Rifqy Alief)

Selama acara berlangsung, pihak kepolisian akan melakukan rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional, dengan mempertimbangkan kondisi serta jumlah peserta yang hadir di lokasi aksi.

Masyarakat diharapkan untuk tidak melewati jalan-jalan di sekitar area demonstrasi, sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kemacetan arus lalu lintas.

Rekomendasi