Fakta Baru Ledakan di MAN 3 Padang, Pelaku Belajar Rakit Bom 4 Bulan Terakhir

Seluruh bahan dan peralatan yang dibutuhkan diperoleh dari toko daring, kemudian dirakit sendiri.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Fakta Baru Ledakan di MAN 3 Padang, Pelaku Belajar Rakit Bom 4 Bulan Terakhir
Polisi mengamankan barang bukti bom rakitan di MAN 3, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang. (Dok. Istimewa)

Polisi mengungkap temuan baru dalam kasus ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Sumatera Barat. Pelaku berinisial R (17) diketahui mempelajari cara merakit bahan peledak secara otodidak dalam beberapa bulan terakhir sebelum akhirnya membawa bom rakitan itu ke sekolah.

"Pelaku belajar merakit sejak sekitar empat bulan terakhir," ungkap Kepala Satuan Reskrim Polresta Padang, Kompol M. Yasin, Selasa (14/7/2026).

Menurut Yasin, R mempelajari cara membuat bom melalui internet. Seluruh bahan dan peralatan yang dibutuhkan diperoleh dari toko daring, kemudian dirakit sendiri.

"Perakitan dilakukannya secara diam-diam tanpa sepengetahuan orang tua maupun keluarga yang lain," katanya.

Bom rakitan tersebut kemudian disimpan di rumah. Hingga akhirnya pada Selasa (14/7/2026), R membawa benda berbahaya itu ke sekolah dan meledakkannya.

Diduga Korban Bullying

Pelaku R diketahui merupakan pelajar MAN 3 Padang. Dari pemeriksaan awal, polisi menduga R meledakkan bom di sekolah karena kesal menjadi korban bullying.

"Dari pemeriksaan awal kami temukan kalau motif pelaku R adalah risak," ucap Yasin, dikutip dari Antara.

Kepada petugas, R mengakui sebetulnya tidak berniat untuk meledakkan atau membakar bom yang dia rakit. Namun karena tekanan mental yang cukup besar, akhirnya R nekat meledakannya pada Selasa.

R bercerita bahwa dirinya mengalami risak baik secara verbal maupun nonverbal sejak jenjang sekolah dasar hingga kini duduk di bangku kelas 3 MAN. Peledakan bom tersebut diduga menjadi cara R menunjukkan eksistensi atau jati dirinya di lingkungan pergaulan.

Terinspirasi dari Bom SMA 72 Jakarta

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana mengatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku R terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada 2025.

Mayndra menjelaskan, ledakan itu bermula ketika petugas keamanan sekolah menemukan barang yang diduga sebagai bom rakitan di lingkungan sekolah.

"Dari pemeriksaan awal di lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya," ujar Mayndra.

Atas temuan tersebut, pihak sekolah melaporkannya kepada kepolisian. Polisi kemudian mengamankan R. Polisi kini mendalami identitas pihak yang diduga menjadi sasaran rencana tindakan tersebut.

Mayndra memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ledakan tersebut. Saat ini, seluruh barang yang diduga milik terduga pelaku telah diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Rekomendasi