Menhut Minta Anggaran Karhutla Dihitung Ketat: Jangan Ajimumpung

Raja Antoni juga mengevaluasi kebutuhan personel dan peralatan Manggala Agni sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan karhutla.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menhut Minta Anggaran Karhutla Dihitung Ketat: Jangan Ajimumpung
Menhut Raja Juli Antoni saat rapat bersama jajaran Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Kehutanan

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengingatkan agar penggunaan anggaran penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan secara cermat dan tepat sasaran. Ia meminta seluruh kebutuhan dihitung secara detail agar dukungan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Hati-hati banget, jangan ajimumpung. Hitung secara betul apa yang diperlukan oleh teman-teman di lapangan," kata Raja Antoni saat rapat bersama jajaran Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Kehutanan dilansir Antara, Rabu (15/7/2026).

Dalam rapat tersebut, Raja Antoni juga mengevaluasi kebutuhan personel dan peralatan Manggala Agni sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Menurutnya, perlu disusun standar kebutuhan minimum yang menjadi acuan dalam mendukung operasional petugas di lapangan.

"Perlu dibuat minimum essential cost, seperti di pertahanan. Apa saja kebutuhan minimum agar Manggala Agni memiliki perlengkapan yang memadai, tidak membahayakan keselamatan petugas, dan didukung peralatan yang memadai," ujarnya.

Selain mengevaluasi peralatan, Raja Antoni juga meninjau berbagai upaya pencegahan karhutla, termasuk kebutuhan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta pemantauan tinggi muka air tanah (TMAT) di wilayah rawan kebakaran.

Ia meminta pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan, bukan sekadar menambah jumlah operasi. Menurutnya, data TMAT juga harus menjadi acuan dalam menentukan langkah penanganan karhutla di daerah seperti Riau dan Kalimantan Barat.

"OMC jangan asal ditambah. Lihat betul kebutuhan di lapangan. TMAT juga harus dipastikan, apakah kondisi air di Riau dan Kalbar memang sudah berada di bawah ambang batas atau belum," katanya.

Raja Antoni menegaskan evaluasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem penanggulangan karhutla secara berkelanjutan, sekaligus memastikan petugas memiliki dukungan yang memadai saat menjalankan tugas.

Rekomendasi