Siswa Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang Tak Terkait Jaringan Teroris

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa kasus ini tidak terkait dengan kelompok teroris manapun.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Siswa Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang Tak Terkait Jaringan Teroris
Polisi mengamankan barang bukti bom rakitan di MAN 3, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang. (Dok. Istimewa)

Polisi menegaskan bahwa kasus seorang pelajar dari MAN 3 Padang berinisial RGJ (17) dan diduga terlibat dalam perakitan bom tidak memiliki hubungan dengan jaringan terorisme. Fokus utama kepolisian saat ini adalah untuk mendukung pemulihan psikologis remaja tersebut agar dapat kembali beraktivitas normal.

Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian tidak ditemukan adanya hubungan antara kasus ini dengan kelompok teroris. "Update dari informasi menunjukkan bahwa kejadian ini tidak ada hubungannya dengan jaringan-jaringan terorisme seperti yang kita bayangkan," ungkap Susmelawati saat dihubungi pada Kamis (16/7/2026).

Kondisi Tersangka

Susmelawati menyatakan bahwa pihak kepolisian belum menentukan status hukum RGJ karena proses pemeriksaan masih berlangsung. Saat ini, fokus kepolisian adalah memberikan pendampingan serta rehabilitasi psikologis kepada pelajar berusia 17 tahun tersebut.

“Masalah penetapan (status) belum ada, karena fokus saat ini adalah pemulihan bagi korban,” ungkapnya. Selain itu, kepolisian juga melaksanakan kegiatan trauma healing untuk siswa di MAN 3 Padang, yang telah dilakukan oleh jajaran Polsek setempat setelah insiden ledakan terjadi.

“Yang kedua juga ada pemulihan untuk anak-anak sekolah. Jadi dari Polsek kemarin sudah dilakukan trauma healing oleh Kapolsek-nya ke sekolah,” tambahnya. Susmelawati juga menjelaskan bahwa Kapolresta Padang telah berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperkuat program rehabilitasi dan pemulihan psikologis bagi anak-anak.

“Jadi, kita juga butuh merehab (pemulihan) supaya merehabilitasi psikologis si anak ini agar tidak terpapar lebih jauh,” jelas Susmelawati. Pemulihan psikologis bagi pelajar dan siswa di lingkungan sekolah menjadi prioritas utama kepolisian, seiring dengan berlangsungnya proses penyelidikan.

“Ini yang sedang menjadi prioritas utama,” tegasnya. Dengan demikian, kepolisian berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus pada kesehatan mental anak-anak yang terdampak, agar mereka dapat pulih dengan baik dan tidak mengalami dampak jangka panjang dari peristiwa yang menimpa mereka.

Rekomendasi