Iran pada Kamis (16/7/2026) mengecam serangan Amerika Serikat (AS) yang menghantam kawasan di dekat Rumah Sakit Kanker Anak di Kota Ahvaz, Provinsi Khuzestan. Teheran menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang sangat tidak manusiawi.
Menurut laporan kantor berita Anadolu, serangan yang terjadi pada Rabu (15/7) malam itu memaksa Rumah Sakit Shahid Baqaei dievakuasi. Sebanyak 211 anak yang tengah menjalani kemoterapi harus dipindahkan dengan segera dalam kondisi darurat.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan serangan tersebut telah menimbulkan penderitaan dan kecemasan luar biasa bagi anak-anak yang dirawat di rumah sakit itu.
Ia mengecam serangan tersebut sebagai tindakan pengecut dan kejahatan perang terhadap anak-anak. Baqaei juga membandingkannya dengan serangan Israel terhadap berbagai fasilitas kesehatan.
"Mereka yang tak henti-hentinya menggaungkan hak asasi manusia, tetapi dengan sengaja menutup mata terhadap serangan yang menyasar rumah sakit dan pusat kesehatan, telah kehilangan seluruh kredibilitas moral," kata Baqaei.
Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz. Insiden tersebut berlangsung meskipun sebelumnya telah dicapai nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan.