Kebakaran terjadi di sebuah panti asuhan di Aljir, ibu kota Aljazair. Sebanyak 11 orang dilaporkan tewas. Insiden tragis ini menambah daftar panjang bencana yang melanda negara tersebut.
Menurut Departemen Perlindungan Sipil Aljazair, seperti yang dilaporkan oleh BBC, sebanyak 19 orang lainnya mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut. Upaya pemadaman api dimulai oleh petugas pemadam kebakaran pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 03.30 waktu setempat, namun situasi semakin memburuk.
Lebih dari tiga jam setelah upaya pemadaman dimulai, pihak berwenang mengungkapkan bahwa api masih belum berhasil dipadamkan. Hal ini menunjukkan betapa sulitnya kondisi yang dihadapi oleh tim pemadam kebakaran di lapangan.
Sayangnya, pihak berwenang belum memberikan rincian mengenai usia para korban tewas maupun mereka yang terluka. Informasi tersebut masih menjadi misteri di tengah situasi yang sangat memprihatinkan ini.
Belakangan, Aljazair mengalami gelombang panas yang ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Menurut laporan dari kantor berita AFP, hampir 1.000 kebakaran telah tercatat di seluruh negara dalam waktu satu minggu terakhir.
Media pemerintah Aljazair melaporkan, Perdana Menteri Sifi Ghrieb mengunjungi dua rumah sakit di Aljir untuk memberikan dukungan kepada para korban yang terluka akibat kebakaran. Laporan tersebut juga menyertakan foto Ghrieb yang terlihat berdiri di samping seorang anak yang terbaring di ranjang rumah sakit, menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap situasi ini.
Pihak berwenang menjelaskan lima penyandang disabilitas berhasil dievakuasi dan dibawa ke lokasi yang aman saat terjadi kebakaran. Ini menunjukkan adanya upaya penyelamatan yang dilakukan meskipun situasi sangat berbahaya.