DPUPR Tangerang Gencarkan Normalisasi Sungai Selama Kemarau untuk Mitigasi Banjir

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang memanfaatkan musim kemarau untuk mengoptimalkan **Normalisasi Sungai Tangerang** guna mencegah banjir dan menjaga kapasitas aliran air.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DPUPR Tangerang Gencarkan Normalisasi Sungai Selama Kemarau untuk Mitigasi Banjir
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang memanfaatkan musim kemarau untuk mengoptimalkan **Normalisasi Sungai Tangerang** guna mencegah banjir dan menjaga kapasitas aliran air. (AntaraNews)

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang secara aktif memanfaatkan musim kemarau untuk melakukan pengangkatan sedimentasi dan pembersihan aliran sungai. Upaya ini bertujuan menjaga kapasitas daya tampung air dan menjadi langkah mitigasi banjir yang proaktif. Kegiatan ini berfokus pada Kali Serua di Ciledug, yang merupakan bagian penting dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Angke.

Kepala DPUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang telah mengerahkan Tim Pemeliharaan Sumber Daya Air untuk melaksanakan normalisasi. Tim ini bekerja keras untuk memastikan infrastruktur pengendali banjir tetap optimal di kawasan rawan. Penanganan ini krusial untuk menghadapi potensi curah hujan tinggi di musim mendatang.

Normalisasi yang telah berjalan beberapa hari terakhir ini tidak hanya mengangkat endapan lumpur, tetapi juga membersihkan berbagai sumbatan di aliran sungai. Langkah strategis ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi risiko luapan air. Selain itu, kegiatan ini juga mempersiapkan sistem drainase kota agar lebih efektif dalam mengalirkan air hujan.

Strategi Mitigasi Banjir Berkelanjutan

DPUPR Kota Tangerang terus mengupayakan mitigasi banjir secara berkelanjutan, terutama dengan memanfaatkan periode musim kemarau saat ini. Fokus utamanya adalah memperkuat infrastruktur pengendali banjir, termasuk sungai-sungai dan saluran air di zona rawan banjir. Kali Serua, yang menjadi bagian dari Kali Angke, adalah salah satu prioritas utama dalam program ini.

Taufik Syahzaeni menegaskan bahwa upaya normalisasi ini dilakukan untuk mengangkat sedimentasi dan membersihkan aliran guna menjaga kapasitas daya tampung air. Pengerukan ini penting agar aliran sungai tidak terhambat oleh penumpukan lumpur dan sampah. Dengan demikian, air dapat mengalir lancar dan tidak meluap ke pemukiman warga.

Pemerintah Kota Tangerang juga menerjunkan alat berat untuk memastikan kegiatan normalisasi berjalan lancar dan sesuai target. Penggunaan alat berat mempercepat proses pengerukan dan pembersihan, sehingga efisiensi kerja meningkat. Setelah Kali Serua, kegiatan serupa akan dilanjutkan ke sejumlah titik lokasi lainnya secara bertahap.

Kolaborasi Antar Daerah untuk Penanganan Banjir

Penanganan banjir di Kota Tangerang tidak hanya dilakukan secara internal, tetapi juga melalui kolaborasi dengan daerah lain yang berbatasan. Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyatakan bahwa kerja sama ini sangat penting untuk memastikan penanganan banjir secara menyeluruh dan terintegrasi. Hal ini mengingat kompleksitas sistem aliran sungai yang melintasi beberapa wilayah.

Sachrudin menjelaskan bahwa aliran air di Kali Angke berasal dari wilayah Tangerang Selatan dan bermuara di DKI Jakarta. Oleh karena itu, koordinasi antarwilayah menjadi kunci dalam pengelolaan DAS Kali Angke. Pemerintah Kota Tangerang telah membuat skema bersama dengan daerah tetangga untuk mengatasi masalah banjir.

Skema kolaborasi ini bertujuan untuk mencegah luapan air ke pemukiman warga di sepanjang aliran sungai. Dengan adanya kerja sama yang solid, diharapkan penanganan banjir dapat lebih efektif dan dampak negatifnya dapat diminimalisir. Upaya terpadu ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari ancaman banjir.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi