Bupati Bulungan Syarwani menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 500/163/EK.TU tentang Implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar). Edaran ini bertujuan menciptakan ekosistem keuangan inklusif di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Penerbitan SE ini dilakukan di Tanjung Selor pada 8 Juli lalu.
Langkah ini menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif. Selain itu, SE Gubernur Kalimantan Utara Nomor 700.3.3/2431/DISDIKBUD/GUB tentang Implementasi Program Kejar juga menjadi dasar. Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Bulungan menjalankan program Simpanan Pelajar.
Program Kejar ini mendorong penanaman nilai-nilai karakter gemar menabung sejak usia dini. Sasaran utamanya adalah seluruh peserta didik jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Inisiatif ini dilaksanakan melalui lembaga formal dan diharapkan melibatkan peran aktif orang tua serta masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Strategi Nasional Keuangan Inklusif di Bulungan
Implementasi Program Kejar di Kabupaten Bulungan merupakan bagian integral dari Strategi Nasional Keuangan Inklusif. Bupati Syarwani menekankan pentingnya edaran ini untuk menjamin dukungan bagi peserta didik. Tujuannya agar mereka memiliki rekening tabungan di perbankan sejak dini.
TPAKD Kabupaten Bulungan secara aktif mendukung pelaksanaan program ini. Mereka berupaya memastikan setiap pelajar dari PAUD/TK/RA, SD/MI, dan SMP/MTs memiliki akses ke layanan perbankan formal. Ini adalah langkah konkret menuju inklusi keuangan yang lebih merata.
Selain itu, SE ini juga mengajak peran serta orang tua dan masyarakat luas. Mereka didorong untuk mengedukasi anak-anak mengenai manfaat menabung di lembaga formal. Hal ini krusial untuk menciptakan ekosistem keuangan inklusif yang berkelanjutan di wilayah Bulungan.
Advertisement
Program Kejar juga berfungsi sebagai bagian dari literasi inklusi keuangan di Kabupaten Bulungan. Ini menggarisbawahi komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan keuangan.
Advertisement
Sosialisasi dan Manfaat Program Kejar
Sebagai tindak lanjut langsung dari SE tersebut, TPAKD Kabupaten Bulungan telah menggelar sosialisasi Program Kejar. Acara ini berlangsung pada Kamis, 16 Juli lalu, di Gedung PKK Lantai II, Jalan Kolonel Soetadji Tanjung Selor. Perwakilan pelajar dari PAUD hingga SMP se-Kabupaten Bulungan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Wakil Bupati Bulungan, Kilat, menegaskan bahwa Program Kejar adalah langkah strategis. Ini bertujuan menanamkan budaya menabung dan meningkatkan literasi keuangan sejak usia dini di kalangan pelajar. Program ini diharapkan membentuk generasi yang terbiasa disiplin mengelola keuangan.
Melalui program ini, pemerintah daerah ingin membangun generasi yang mengenal layanan keuangan formal sejak dini. Sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, orang tua, dan lembaga perbankan sangat diperlukan untuk kesuksesan program. Wabup Kilat mendorong semua pihak untuk bergerak menyukseskan inisiatif ini.
Advertisement
Program ini memiliki landasan kuat dari peraturan pemerintah pusat hingga tingkat kabupaten. Oleh karena itu, seluruh pelajar di Bulungan diharapkan dapat memiliki akses terhadap layanan keuangan formal. Kebiasaan menabung ini akan menjadi bekal penting menghadapi masa depan.
Advertisement
Kolaborasi untuk Pencapaian Target Kejar
Menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Bulungan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bulungan aktif berkolaborasi. Mereka bekerja sama dengan Bank Indonesia melalui Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Kaltara. Bank lokal juga turut serta dalam upaya ini.
Kolaborasi ini memanfaatkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk mengenalkan budaya menabung sejak dini kepada para siswa. Kepala Disdik Bulungan, Suparmin, menyatakan bahwa Program Kejar ini ditargetkan mampu menyasar sekitar 26.580 siswa di Kabupaten Bulungan.
Disdik Bulungan membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak perbankan. Mereka dipersilakan untuk menyosialisasikan dan mengedukasi pelajar mengenai pentingnya menabung. Kegiatan edukasi ini akan dilaksanakan di berbagai satuan pendidikan.
Advertisement
Disdik Bulungan berperan sebagai fasilitator dengan menyiapkan ruang, waktu, dan tempat di sekolah-sekolah. Sementara itu, pihak perbankan bertanggung jawab penuh atas teknis sosialisasi Program Kejar. Kemitraan ini diharapkan mempercepat pencapaian target inklusi keuangan di kalangan pelajar.
Sumber: AntaraNews