Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengumumkan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di wilayahnya telah mencapai progres sekitar 45 persen per pertengahan Juli. Sensus ini bertujuan untuk mendata sekitar 506 ribu kepala keluarga, termasuk seluruh pelaku usaha di Kabupaten Tulungagung. Proses pendataan ini dijadwalkan berlangsung selama 2,5 bulan dan diharapkan rampung pada tanggal 31 Agustus 2026.
Kepala BPS Tulungagung, Dyah Sari Prihantari, menyatakan bahwa capaian pendataan hingga saat ini masih sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Data yang berhasil dihimpun selama sekitar satu bulan pelaksanaan telah mencapai hampir separuh dari total target. Upaya sensus ini penting untuk memetakan kondisi ekonomi daerah secara komprehensif.
Sensus Ekonomi 2026 di Tulungagung ini melibatkan petugas sensus yang bekerja di lapangan untuk mengumpulkan data dari rumah tangga dan unit usaha. BPS juga menggandeng pemerintah desa setempat guna meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memastikan kelancaran proses pendataan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mengatasi kendala yang muncul di lapangan.
Advertisement
Advertisement
Capaian dan Target Sensus Ekonomi Tulungagung 2026
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Tulungagung menunjukkan kemajuan signifikan dengan capaian 45 persen per pertengahan Juli. Angka ini mencerminkan dedikasi petugas sensus dalam mengumpulkan data dari berbagai sektor ekonomi. Target utama sensus ini adalah mendata sekitar 506 ribu kepala keluarga yang mencakup pelaku usaha di seluruh wilayah Tulungagung.
Dyah Sari Prihantari menegaskan bahwa progres yang dicapai saat ini sejalan dengan jadwal yang telah direncanakan. Meskipun masih ada sekitar satu setengah bulan lagi, BPS optimistis dapat menyelesaikan seluruh pendataan pada batas waktu yang ditentukan. Ketepatan waktu ini krusial untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat dan terkini.
Data yang terkumpul dari Sensus Ekonomi Tulungagung akan menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Informasi ini akan memberikan gambaran jelas mengenai potensi dan tantangan ekonomi di Tulungagung. Keberhasilan sensus akan sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak.
Advertisement
Advertisement
Dominasi Sektor Industri dalam Struktur Ekonomi Tulungagung
Hasil sementara Sensus Ekonomi Tulungagung menunjukkan bahwa struktur ekonomi daerah masih didominasi oleh sektor industri. Kondisi ini konsisten dengan temuan lima tahun sebelumnya, mengindikasikan stabilitas dalam komposisi ekonomi lokal. Dyah Sari Prihantari menjelaskan bahwa perubahan struktur ekonomi memerlukan waktu yang sangat panjang.
Dyah menyatakan, "Perubahan struktur ekonomi suatu wilayah membutuhkan waktu yang panjang, bahkan dalam kurun 10 tahun belum tentu berubah secara signifikan." Sektor industri yang dimaksud tidak hanya mencakup perusahaan berskala besar, melainkan juga usaha kecil. Ini termasuk industri pengolahan makanan, usaha makanan dan minuman, serta berbagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain industri, perekonomian Tulungagung juga kuat ditopang oleh sektor perdagangan dan pertanian. Hal ini tercermin jelas dalam data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tulungagung. "Selama lima tahun terakhir struktur ekonomi Tulungagung masih didominasi sektor industri, perdagangan, dan pertanian, hanya proporsinya yang mengalami perubahan," kata Dyah.
Advertisement
Meskipun proporsi ketiganya mungkin bergeser, dominasi sektor-sektor ini menunjukkan karakteristik ekonomi yang resilien. Analisis lebih lanjut dari data sensus akan memberikan pemahaman mendalam tentang dinamika masing-masing sektor. Ini termasuk kontribusi UMKM yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Advertisement
Mengatasi Kendala dan Pentingnya Dukungan Masyarakat dalam Sensus
Dalam proses pelaksanaan Sensus Ekonomi Tulungagung, BPS menghadapi beberapa kendala di lapangan. Salah satu tantangan utama adalah kekhawatiran sebagian warga mengenai penyalahgunaan data pribadi mereka. Petugas sensus berupaya keras meyakinkan masyarakat tentang kerahasiaan dan keamanan data yang dikumpulkan.
Untuk mengatasi kekhawatiran tersebut, BPS Tulungagung mengambil langkah proaktif dengan menggandeng pemerintah desa setempat. Keterlibatan perangkat desa diharapkan dapat membangun kepercayaan masyarakat dan mendorong partisipasi. Dukungan dari tokoh masyarakat dan pemerintah desa sangat vital untuk kelancaran pendataan.
Dyah Sari Prihantari menekankan bahwa meskipun ada kendala, pelaksanaan sensus secara keseluruhan masih berjalan kondusif. "Dukungan perangkat desa juga sangat membantu kelancaran pendataan," ujarnya. Kolaborasi ini memastikan bahwa petugas dapat menjangkau lebih banyak kepala keluarga dan pelaku usaha.
Advertisement
Partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat Tulungagung sangat diperlukan demi keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Data yang akurat dan lengkap akan menjadi fondasi penting untuk perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih baik. Kepercayaan antara BPS dan masyarakat adalah kunci utama dalam mencapai target sensus ini.
Sumber: AntaraNews