Kopi Arabika Kerinci ditargetkan ekspor sebanyak 190 ton ke Pakistan atas kerja sama PT Alko Sumatra Kopi Jambi dan pengusaha asal Pakistan. Kedua belah pihak sepakat menjalin kerja sama jual beli kopi Kerinci senilai 1 juta dolar AS atau setara dengan Rp18 miliar, dengan target pengiriman sebesar 190 ton.
"Hari ini saya menyaksikan langsung penandatanganan kesepakatan antara PT Alko Sumatra Kopi dan pengusaha asal Pakistan, yang disaksikan langsung oleh Duta Besar Pakistan untuk Indonesia. Ternyata kopi Kerinci sangat mendunia," kata Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Ariansyah, dikutip dari Antara Kerinci, Minggu (19/7).
Mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, Ariansyah menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi bukti nyata bahwa kopi asal Jambi, khususnya dari wilayah Kerinci, semakin diminati di kancah internasional.
Menurutnya, sebelum Pakistan, sudah ada tiga negara (Belgia, Jepang, dan Tiongkok) yang telah menjalin kerja sama pembelian kopi Jambi. Ditambah dengan ketertarikan Pakistan hari ini Sabtu (18/7), potensi pasar global kopi Jambi terbukti kian kuat.
Melalui perluasan pasar ekspor ini, pemerintah meyakini akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan para petani kopi dan perekonomian daerah.
"Pemprov Jambi memberikan apresiasi kepada petani Alko. Secara mandiri mereka sudah tumbuh berkembang hingga mampu melakukan kerja sama dengan negara Pakistan. Semoga ini menjadi nilai tambah bagi daerah dan petani," harapnya.
Advertisement
Transaksi USD 1 Juta
CEO PT Alko Sumatra Kopi, Suryono, mengatakan bahwa kedatangan pengusaha dan Dubes Pakistan ini merupakan bentuk dukungan nyata yang diperkuat oleh perjanjian kerja sama pembelian kopi Kerinci. Menurut Suryono, pengusaha Pakistan sepakat membeli kopi Arabika Kerinci dengan estimasi awal sebesar USD 1 juta.
"Tahap awal disepakati pengiriman kopi sebanyak 10 kontainer untuk tahun 2026," jelasnya.
Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez, di sela-sela kunjungan ke Kerinci berharap kerja sama ini mampu menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam pengembangan industri kopi lokal berbasis teknologi berkelanjutan di masa depan.
Langkah ini sekaligus diharapkan membuka pasar yang lebih luas bagi komoditas kopi Sumatra di kancah internasional, khususnya ke Pakistan.