Pelita Air membatalkan seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu, 6 September 2026. Keputusan darurat ini diambil menyusul penutupan sementara operasional bandara akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Sehubungan dengan sebaran abu vulkanik yang dapat membahayakan keselamatan penumpang dan penerbangan, Pelita Air membatalkan seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 6 September 2026," tulis manajemen Pelita Air melalui akun Instagram resmi @pelitair, Minggu (6/9/2026).
Untuk penumpang yang terdampak, maskapai menyediakan dua opsi kompensasi tanpa biaya tambahan.
- Pengembalian Dana Penuh (Full Refund)
Pengembalian biaya tiket 100% tanpa potongan.
- Penjadwalan Ulang (Reschedule)
Perubahan jadwal penerbangan gratis tanpa biaya tambahan.
Bantuan layanan disediakan melalui Contact Center resmi WhatsApp 0811 7110 800 (chat only). Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan Pelita Air.
Advertisement
5.337 Penumpang Kena Dampak
Sebelumnya, Direktur Utama Pelita Air Faik Fahmi mencatat ada 41 penerbangan terdampak penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta pada 5–6 September 2026. Total penumpang yang terkena dampak pembatalan dan penjadwalan ulang mencapai 5.337 orang.
"Keselamatan penumpang dan awak pesawat tetap menjadi prioritas utama Pelita Air. Berdasarkan data sementara, terdapat 41 penerbangan yang terdampak dengan sekitar 5.337 penumpang," ujar Faik.
Penerbangan yang terdampak mayoritas rute domestik dari dan menuju Jakarta, serta satu rute internasional Jakarta–Singapura.
Faik menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas bandara dan AirNav untuk memantau perkembangan Notice to Airmen (NOTAM) terkini.
"Kami memahami ketidaknyamanan yang dialami penumpang. Pelita Air terus berkoordinasi dengan pihak terkait demi memberikan pelayanan terbaik. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan memantau informasi resmi," pungkas Faik.