Angin Berubah Arah, Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Diperpanjang

Erupsi Anak Krakatau memicu penutupan Bandara Soekarno-Hatta hingga 24.00 WIB. Menhub memantau abu vulkanik, sementara Presiden Prabowo mengimbau warga waspada.

Pramita Tristiawati
Oleh Pramita Tristiawati - Reporter
Angin Berubah Arah, Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Diperpanjang
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi di Posko Terpadu Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (6/9) (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Menteri Perhubungan Dudi Purwagandhi terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, termasuk kondisi di Bandara Soekarno-Hatta. Pemerintah memutuskan kembali memperpanjang penutupan operasional bandara hingga pukul 24.00 WIB.

Hal tersebut disampaikan Dudi saat berada di Posko Terpadu Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta.

"Tadi per jam 5 lewat, kondisi debu yang semula tadi siang itu angin mengarah ke Barat, sekarang informasi BMKG anginnya mengarah ke Timur dengan kecepatan 5 knot, maka kami memutuskan memperpanjang penutupan bandara hingga pukul 24.00," katanya.

Dudi mengatakan, pemerintah akan terus memantau dan memperbarui informasi terkait pergerakan sebaran abu vulkanik. Data tersebut akan menjadi pertimbangan dalam menentukan kembali operasional penerbangan di sejumlah bandara yang terdampak.

Dia menegaskan, keputusan penutupan bandara dilakukan dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan penumpang.

"Nanti akan kita pastikan apakah abu ini akan berkurang atau malah bertambah," tuturnya.

Rekomendasi