Libatkan UMKM, Amartha 10X Run 2026 Hadirkan 5.000 Pelari

Amartha 10X Run 2026 di GBK menghadirkan 10K dan Half Marathon dengan 5.000 peserta. Race village kolaborasi UMKM ikut meramaikan. Simak pesannya.

Devira Prastiwi
Oleh Devira Prastiwi - Reporter
Libatkan UMKM, Amartha 10X Run 2026 Hadirkan 5.000 Pelari
LIPUTAN WAJIB - Gelaran Amartha 10x Run 2026, Satukan Semangat Lari dan Pemberdayaan

Amartha 10X Run 2026 resmi bergulir di Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu pagi (6/9/2026). Mengusung tema #WeGoBeyond, ajang ini menyajikan dua kategori yakni 10K dan Half Marathon, dengan total 5.000 peserta.

Founder sekaligus CEO Amartha Financial, Andi Taufan, menyebut 10X Run telah menjadi agenda tahunan dan kini memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Ia menekankan semangat yang ingin dibawa lewat kegiatan ini.

"Dari awal kita bikin acara ini, semangatnya itu untuk kasih tahu ke semua orang bahwa yang namanya 'limit' itu cuma ada di mental. Jadi kalau misalnya kita konsisten latihan, konsisten making progress, pasti bisa bikin impact," ujar Andi di Plaza Parkir Timur GBK Senayan, Jakarta, Minggu (6/9/2026).

"Makanya kita bikin 10X Run supaya jadi selebrasi buat semua yang konsisten latihan dan berusaha, sehingga di puncaknya bisa menciptakan personal best masing-masing," lanjutnya.

Menurut Andi, semangat inklusivitas turut dihadirkan lewat race village yang berkolaborasi dengan UMKM binaan Amartha.

"Pesertanya banyak banget dan ramai di Race Village. Race Village ini kita desain supaya semua bisa ngerasain misi Amartha, yaitu berkolaborasi dengan usaha-usaha mikro atau akar rumput," kata Andi.

"Kami ingin mendekatkan masyarakat Jakarta dengan ekonomi Indonesia yang lebih luas, di mana mayoritas masih berada di piramida bawah atau usaha mikro. Mudah-mudahan dengan event seperti ini, bisa lebih mendekatkan ke semua lapisan masyarakat," sambungnya.

Dekorasi Berkelanjutan di Amartha 10X Run 2026

Amartha saat ini tercatat telah melayani lebih dari 3 juta UMKM di berbagai daerah. Di race village, ragam usaha mikro turut hadir sebagai representasi ekosistem yang dibina.

"Beberapa booth yang hadir di sini hanyalah representasi dari berbagai jenis usaha mikro di Indonesia. Ada sekitar 20-an usaha beragam, mulai dari kuliner hingga perajin batik yang bisa langsung dinikmati peserta setelah lari," terang Andi.

Andi menambahkan, dekorasi area acara mengusung konsep berkelanjutan. Tanaman sayur hingga ikan cupang yang digunakan sebagai elemen dekoratif dipersilakan untuk dibawa pulang peserta usai lomba.

"Jangan lupa ambil ikan cupang dan sayur-sayurannya. Semangat kita adalah membuat dekorasi event yang sustainable. Jadi daripada dibuang setelah acara, mending dibawa pulang. Apa yang bisa dibawa pulang? Ya sayur-sayuran dan ikan cupang untuk hiasan di rumah atau buat anak-anak," paparnya.

Ia menegaskan fokus utama penyelenggaraan adalah menghadirkan pengalaman lari yang profesional dan tertata baik, tanpa target khusus menjadikan ajang ini berstatus Full Marathon.

"Kami ingin agar para pelari yang antusias bisa menikmati dari mulai start hingga finish dan menjadi pengalaman yang memorable. Tidak ada target khusus untuk menjadikannya Full Marathon, yang penting pesertanya merasa berkesan dan bisa menikmati rutenya," jelasnya.

Komitmen Berkelanjutan untuk Gaya Hidup Sehat

Ke depan, Amartha menegaskan konsistensi mendukung event lari sebagai upaya mendorong kebiasaan olahraga masyarakat yang berkelanjutan serta memfasilitasi pencapaian rekor pribadi pelari.

"Kita tetap konsisten seperti tahun sebelumnya dengan membuat event lari profesional yang rapi, sehingga pelari bisa nyaman dan bisa mencetak rekor pribadi baru. Kami ingin event ini jadi ajang para running enthusiast untuk membuat rekor-rekor baru setiap tahunnya," kata Andi.

Ia menambahkan bahwa lari merupakan olahraga yang dapat diakses berbagai kalangan dan efektif membangun kebiasaan hidup aktif.

"Kita akan terus mendukung kegiatan olahraga seperti ini. Bagi kami, mendorong Indonesia yang sehat dimulai dari olahraga yang rutin dan konsisten. Lari adalah olahraga yang bisa dilakukan oleh semua lapisan masyarakat secara konsisten," katanya.

Erick Thohir Apresiasi 10X Run dan Dampaknya

Menteri BUMN Erick Thohir menyambut positif penyelenggaraan Amartha 10X Run 2026. Ia menilai maraknya ajang lari, dari fun run hingga marathon, bukan sekadar tren melainkan investasi jangka panjang bagi kesehatan, pembentukan karakter, dan penggerak ekonomi.

Erick menekankan pentingnya lomba lari jarak 5 km hingga 10 km untuk memicu partisipasi masyarakat agar lebih aktif.

"Dengan demografi Indonesia yang didominasi anak muda, mencapai 125 juta jiwa di rentang usia 13 hingga 30 tahun tingkat partisipasi olahraga kita saat ini masih di angka 17,5 persen," ujar Erick.

Ia juga membandingkan dengan Jepang yang berpopulasi lansia lebih dominan namun memiliki partisipasi olahraga tinggi, mencapai 65 persen.

"Artinya makin banyak kegiatan marathon dan half marathon, ini adalah investasi kesehatan. Jadi olahraga bukan biaya, tetapi investasi," tegasnya.

Selain menyehatkan, Erick menyebut ajang lari turut memberi multiplier effect bagi ekonomi lokal, terutama UMKM dan perhotelan.

"Melalui ajang lari, kita dapat terus mendorong kesadaran berolahraga sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal, mulai dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hingga sektor akomodasi," tutur Erick.

"Kita yang lari ini nanti kan makan, minum, ada yang menginap di hotel, dan lain-lain," pungkasnya.

Rekomendasi