Anak Krakatau Erupsi, Belasan Penerbangan Jakarta–Bali Batal

Erupsi Anak Krakatau mengacaukan jadwal. Di Bali, belasan penerbangan Jakarta–Bali dibatalkan. Soekarno-Hatta juga ditutup sementara. Cek data dan imbauannya.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Anak Krakatau Erupsi, Belasan Penerbangan Jakarta–Bali Batal
Ilustrasi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia via Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. (dok. Biro Komunikasi Publik Kemenpar)

Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau memicu gangguan jadwal penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Hingga Minggu (6/9/2026) pukul 10.00 WITA, belasan penerbangan pada rute penghubung Jakarta–Bali dilaporkan mengalami pembatalan dan penundaan.

Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, mengonfirmasi adanya penyesuaian jadwal pada sejumlah maskapai imbas erupsi Anak Krakatau.

"Dapat kami sampaikan bahwa operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal," ujar Gede Eka dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan data resmi manajemen bandara, gangguan mendominasi rute Jakarta (CGK/HLP) – Bali (DPS). Tercatat lima jadwal kedatangan dibatalkan, yaitu TransNusa (8B5106, 8B5104) serta Indonesia AirAsia (QZ808, QZ806, QZ802).

Untuk keberangkatan dari Bali, 11 penerbangan dibatalkan dan satu penerbangan mengalami penundaan. Maskapai yang terdampak antara lain Garuda Indonesia, Pelita Air, Citilink, Indonesia AirAsia, dan TransNusa.

Pengelola bandara bersama maskapai dan AirNav Indonesia terus memantau pergerakan sebaran abu vulkanik di ruang udara. Layanan penanganan penumpang (service recovery) disiagakan di area terminal bagi calon penumpang yang sudah tiba di bandara.

Calon penumpang pada rute terdampak diimbau memeriksa status penerbangan secara berkala kepada maskapai masing-masing sebelum menuju bandara, atau menghubungi Contact Center InJourney Airports di nomor 172.

Soekarno-Hatta Tutup Sementara Imbas Anak Krakatau Erupsi Hingga 13.30 WIB

Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau turut mengganggu aktivitas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Penutupan sementara operasional bandara kembali diperpanjang hingga pukul 13.30 WIB.

Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi untuk memastikan keselamatan seluruh penerbangan.

"Masih (ditutup) ya, sampai pukul 13.30 WIB," ujar Asst. Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, Minggu (6/9/2026).

Ia menegaskan manajemen bandara terus berkoordinasi erat dengan para pemangku kepentingan agar pelayanan bagi calon penumpang tetap berjalan optimal selama masa penutupan.

Sebagai antisipasi, pengelola Bandara Soekarno-Hatta mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) dengan membagikan makanan dan minuman ringan kepada penumpang terdampak. Pengelola juga bekerja sama dengan pihak maskapai untuk menyediakan armada bus di setiap terminal guna mengantar penumpang menuju hotel.

Berbagai fasilitas pendukung lainnya turut disiagakan. "Posko di Terminal 1B juga sudah dibuka untuk mempermudah koordinasi serta penanganan operasional di lapangan," tambah Yudistiawan.

Berdasarkan data periode Minggu (6/9/2026) pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB, tercatat sebanyak 209 jadwal penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dibatalkan.

"Jumlah penerbangan yang dibatalkan terdiri dari 160 penerbangan domestik, 39 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo," pungkasnya.

Rekomendasi