Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku ikut terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Abu tersebut menempel di mobil dan masuk ke area rumahnya di Jakarta Selatan.
Anies mengatakan, dirinya semula berencana mengikuti kegiatan car free day (CFD) pada Minggu (6/9/2026) pagi. Namun, rencana itu dibatalkan setelah melihat banyaknya abu vulkanik di sekitar rumah.
"Pagi ini sebetulnya kami akan berangkat CFD tapi ternyata banyak abu vulkanik termasuk di rumah kita," kata Anies dalam video yang dibagikannya, Minggu (6/9/2026).
Anies kemudian memperlihatkan kondisi mobilnya yang dipenuhi abu vulkanik. Menurut dia, endapan abu tersebut cukup tebal hingga dapat digunakan untuk menulis di permukaan mobil.
"Kita lihat nih. Ini mobil penuh dengan abu vulkanik nih. Kalau dilihat, kita kepengen aman. Sampai bisa nulis," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Anies menyampaikan sejumlah imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
Dia meminta warga sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah, terutama kelompok rentan seperti lanjut usia, anak-anak, ibu hamil, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan.
"Sebisa mungkin tetap di dalam rumah, apalagi untuk kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, atau yang punya gangguan pernapasan," kata Anies.
Bagi warga yang terpaksa harus keluar rumah, Anies mengingatkan pentingnya menggunakan masker yang sesuai, seperti N95 atau KN95. Dia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian masker secara berlebihan.
"Kalau terpaksa keluar maka pakai masker yang proper idealnya jenis N95 atau KN95. Bukan sekadar masker kain tipis. Tapi tidak perlu panic buying ya," tuturnya.
Ingatkan Bahaya Abu VulkanikAnies menjelaskan abu vulkanik mengandung silika yang merupakan salah satu bahan dasar kaca. Karena itu, abu tersebut dapat menggores kulit dan permukaan kaca. Risiko yang lebih serius, kata dia, muncul apabila abu terhirup secara terus-menerus.
"Abu vulkanik ini mengandung silika, salah satu bahan dasar kaca. Jadi bisa menggores kulit, kaca dan yang paling berisiko itu untuk paru-paru kalau terhirup terus menerus. Jadi hati-hati," katanya.
Advertisement
Update Informasi dan Jaga Tetangga
Selain melindungi saluran pernapasan, Anies mengingatkan masyarakat agar menjaga mata dari paparan abu vulkanik. Warga yang menggunakan lensa kontak atau soft lens diminta melepasnya selama kondisi abu berlangsung.
"Kalau kelilipan abu, jangan digosok. Cukup dibilas dengan air bersih," lanjutnya.
Anies juga meminta warga menutup pintu, jendela, dan tempat penampungan air agar abu tidak masuk ke dalam rumah atau mencemari persediaan air.
Pengendara diimbau melaju dengan kecepatan rendah karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat jalan menjadi licin.
Terakhir, Anies meminta masyarakat terus memantau informasi terbaru dari sumber resmi serta memperhatikan kondisi tetangga atau orang di sekitar yang mungkin membutuhkan bantuan, terutama kelompok rentan.
"Yuk kita saling jaga," pungkasnya.