Bonus Demografi Segera Berakhir, Menaker Soroti Dana Pensiun Untuk 155 Juta Pekerja

Menaker Yassierli menekankan dana pensiun jelang era aging population. OJK mengungkap pengelolaan tumbuh, namun kepesertaan belum luas.

Arief Rahman H
Oleh Arief Rahman H - Reporter
Bonus Demografi Segera Berakhir, Menaker Soroti Dana Pensiun Untuk 155 Juta Pekerja
Menaker Yassierli dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026). (Kemnaker/Uda Dani)

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya dana pensiun seiring Indonesia bersiap memasuki fase penuaan penduduk. Ia menyebut Indonesia memiliki sekitar 155 juta angkatan kerja dan mendorong penguatan jaminan hari tua agar kelompok lanjut usia tetap mandiri secara finansial.

"Bapak dan Ibu mungkin tahu ada 155 juta angkatan kerja Indonesia. Sekarang kita ada bonus demografi dan tidak berapa lama lagi kita akan menuju kepada aging population. Semakin banyak orang yang berada di usia bukan lagi usia kerja," ujar Yassierli.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara Kick-Off Bulan Dana Pensiun 2026 di Jakarta, Minggu (6/9/2026). Ia mendukung edukasi masyarakat mengenai dana pensiun sebagai jaminan pendapatan di masa tua agar tidak menjadi beban finansial bagi generasi produktif berikutnya.

Yassierli juga menyoroti bahwa sekitar 60% angkatan kerja Indonesia masih berada di sektor informal. Kelompok ini menjadi prioritas agar tetap terjangkau perlindungan sosial dan program pensiun.

"Ini menjadi concern buat kita, bagaimana mereka juga tetap mendapatkan perlindungan sosial. Karena hak setiap warga negara untuk mendapatkan perlindungan sosial," tegas Yassierli.

Aset Dana Pensiun Rp 1.669 Triliun, Kepesertaan Masih Tipis

Menaker
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. Dok Kemnaker

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa dana kelolaan industri pensiun nasional telah mencapai Rp 1.669 triliun. Ia menilai kinerja aset solid, namun perlu didorong perluasan jumlah peserta.

"Dana kelolaan dana pensiun sangat baik mencapai Rp 1.669 triliun. Namun, PR kita bersama adalah tidak cuma membesarkan nilainya, tetapi juga meningkatkan kepesertaannya," jelas Friderica.

Data OJK menunjukkan tingkat literasi dan inklusi dana pensiun masing-masing baru di angka 22,21% dan 5,10%. Akses masyarakat terhadap program pensiun masih terbatas dan perlu diperluas.

Tantangan kian terasa seiring meningkatnya pekerja mandiri dan mereka yang tidak otomatis terdaftar dalam fasilitas pensiun perusahaan.

"Sekarang banyak masyarakat kita lebih memilih tidak jadi pegawai, banyak pekerja mandiri. Ini jadi PR kita bersama untuk meningkatkan bagaimana pengelolaan dana pensiun ini semakin besar juga," pungkasnya.

Rekomendasi