Suara mesin penggiling biji kopi dan aroma khasnya memenuhi salah satu pusat perbelanjaan di Kota Medan, menandai geliat produk kreatif daerah. Berbagai produk makanan kemasan modern hingga kerajinan tangan dari pelaku UMKM Sumatera Utara dipamerkan, menarik perhatian pengunjung. Pameran ini menjadi bukti nyata kreativitas dan ketekunan para pelaku usaha dalam mengembangkan produk unggulan mereka.
Produk-produk yang sebelumnya hanya dipasarkan secara terbatas kini memiliki kesempatan untuk dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Inisiatif ini difasilitasi oleh Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU), sebuah ajang yang diprakarsai oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara. KKSU membuka peluang bagi UMKM Sumatera Utara untuk memperluas jangkauan pasar mereka.
Acara ini bukan sekadar pameran, melainkan platform kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha dengan beragam pemangku kepentingan. Dari investor hingga pembeli, semua bersatu dalam ekosistem yang saling menguatkan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem UMKM agar lebih tangguh, adaptif, dan mampu bersaing di pasar global, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara.
Advertisement
Advertisement
Mendorong UMKM Sumatera Utara Go Internasional
Jansen Tanuwijaya, pemilik usaha olahan teri asal Medan, merasakan langsung dampak positif dari KKSU. Baginya, ajang ini bukan hanya sekadar pameran produk, melainkan sebuah gerbang untuk membangun jaringan bisnis yang lebih luas. Melalui KKSU, produk olahan terinya telah menarik perhatian calon pembeli dari luar negeri, termasuk Malaysia, bahkan telah mencapai tahap penandatanganan nota kesepahaman.
Sebagai anak nelayan, Jansen juga memiliki pengalaman bekerja sama dengan maskapai Garuda Indonesia, menyediakan olahan ikan teri untuk rute Medan-Jakarta. Saat ini, ia sedang menjajaki peluang kerja sama dengan pembeli dari Jepang, difasilitasi oleh Bank Indonesia dan mitra swasta. Ketersediaan bahan baku yang melimpah dari jaringan nelayan keluarganya membuat Jansen siap memenuhi permintaan yang meningkat.
Harapan serupa juga diungkapkan Loli Saragih, pemilik usaha kopi dari Kabupaten Simalungun. Meskipun kopi Simalungun belum sepopuler kopi Gayo atau Lintong, Loli yakin dengan kualitas dan karakter uniknya, terutama tingkat keasaman yang kuat pada jenis arabika. Produksi kopi Simalungun telah mencapai sekitar 200 kilogram per bulan untuk pasar Malaysia, dengan target ekspansi ke China di masa mendatang.
Advertisement
KKSU memberikan kesempatan bagi UMKM Sumatera Utara untuk memperluas pemasaran, dari lokal hingga mancanegara, melalui pelatihan, edukasi, pendampingan pengemasan, dan pertemuan dengan calon pembeli. Novita, petani kopi arabika dari Simalungun, berharap partisipasinya dalam KKSU dapat memperluas jaringan pemasaran produknya, seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi sebagai bagian dari gaya hidup.
Advertisement
Peran Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi dalam Pengembangan UMKM
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, menyatakan bahwa KKSU 2026 merupakan momentum penting untuk memperkuat ekosistem UMKM Sumatera Utara. Tujuannya adalah agar UMKM semakin tangguh, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memperluas akses pasar hingga tingkat nasional dan internasional. Pengembangan UMKM menjadi salah satu prioritas Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berkualitas.
KKSU, yang berlangsung pada 15–26 Juli 2026, bukan hanya pameran yang diikuti sekitar 300 UMKM, tetapi juga platform kolaborasi. Acara ini mempertemukan pelaku usaha, investor, akademisi, komunitas, dan pembeli dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Berbagai agenda diselenggarakan, termasuk pameran produk unggulan, business matching, showcase produk ekspor, talkshow, serta edukasi dan promosi UMKM.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga fokus pada peningkatan daya saing daerah, khususnya sektor UMKM. Data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara mencatat lebih dari 870.000 pelaku UMKM di provinsi tersebut pada tahun 2024. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mendorong kepala daerah se-Sumatera Utara untuk menyiapkan studi kelayakan guna memperkuat pengembangan UMKM.
Advertisement
Langkah ini penting untuk memastikan pengembangan UMKM dilakukan secara terukur, berbasis data, dan mampu menarik minat investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Dukungan pemerintah daerah ini melengkapi upaya Bank Indonesia dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM.
Advertisement
Membangun Ekosistem dan Daya Saing Global
Perjalanan produk kreatif UMKM Sumatera Utara menuju pasar mancanegara tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada kemampuan membangun ekosistem pendukung yang kuat. Kolaborasi antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga keuangan, hingga pelaku usaha itu sendiri, menjadi kunci utama. Ekosistem ini mencakup dukungan dalam hal pelatihan, pendampingan, hingga akses ke pasar yang lebih luas.
Tantangan saat ini adalah bagaimana kreativitas UMKM terus dikembangkan, diperkuat melalui kolaborasi, dan dipertemukan dengan pasar global. Oleh karena itu, pembekalan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan ekspor bagi pelaku UMKM menjadi sangat krusial. Program pelatihan dan pendampingan yang disediakan oleh Bank Indonesia patut diapresiasi karena mendukung kesiapan ini.
Ketika kualitas produk UMKM Sumatera Utara bertemu dengan inovasi, jejaring yang luas, dan dukungan yang tepat, produk lokal tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan daerah. Lebih dari itu, UMKM Sumatera Utara memiliki peluang besar untuk dikenal dan bersaing di pasar mancanegara, membawa nama baik Indonesia di kancah global. Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan perekonomian daerah dan nasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews