Jumlah korban meninggal akibat gempa yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Pemerintah setempat melaporkan korban tewas kini mencapai 4.930 orang. Sementara puluhan ribu warga masih mengungsi di tempat penampungan sementara.
Data terbaru tersebut disampaikan pemerintah Venezuela melalui pernyataan resmi yang dipublikasikan Ketua Majelis Nasional, Jorge Rodriguez, di Telegram.
"Pemerintah mencatat jumlah korban meninggal mencapai 4.930 orang, sebanyak 16.740 orang mengalami luka-luka, dan 6.462 orang berhasil diselamatkan," demikian bunyi pernyataan tersebut. Seperti dilansir Antara, Jumat (17/7).
Dalam 24 jam terakhir, jumlah korban meninggal bertambah 101 orang. Sementara itu, jumlah korban yang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat tidak mengalami perubahan.
Pemerintah juga mencatat sebanyak 17.907 warga kehilangan tempat tinggal akibat bencana tersebut. Hingga kini, 21.210 orang masih berada di 107 lokasi penampungan sementara.
Selain menelan ribuan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan infrastruktur. Sebanyak 856 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, dengan 190 di antaranya runtuh total.
Untuk mempercepat proses pencarian korban dan pemulihan pascabencana, pemerintah mengerahkan 30.989 personel dari berbagai instansi. Upaya tersebut juga didukung 31.745 relawan serta 2.278 personel penyelamat dari berbagai negara.
Diketahui, Venezuela diguncang dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 pada 24 Juni lalu. Kedua gempa terjadi hanya dalam selang waktu 39 detik.
Usai bencana, pemerintah Venezuela menetapkan status keadaan darurat. Sejumlah negara dan organisasi internasional juga mengirimkan tim penyelamat serta bantuan kemanusiaan untuk mendukung proses tanggap darurat dan pemulihan.