Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan secara intensif memperluas area pencarian korban Kapal Motor (KM) Nurul Salsa yang mengalami kecelakaan dan tenggelam. Insiden tragis ini terjadi di perairan sebelah barat Pulau Polassi, wilayah Perairan Selayar, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (15/7) lalu.
Operasi SAR yang telah memasuki hari keempat, Sabtu (18/7), ini melibatkan berbagai unsur dari Basarnas, TNI AL, TNI AU, BPBD, Polair, Syahbandar, dan kapal nelayan setempat. Fokus utama adalah menemukan 25 penumpang yang masih dinyatakan hilang dari total 78 orang di kapal tersebut.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyatakan bahwa seluruh unsur SAR gabungan bekerja maksimal untuk mengefektifkan proses penyisiran. Penambahan armada dan personel dari Basarnas Kendari serta Maumere turut memperkuat upaya pencarian di area yang luas.
Advertisement
Advertisement
Perluasan Area dan Strategi Pencarian Korban KM Nurul Salsa
Dalam upaya menemukan korban, tim SAR gabungan telah memperluas area pencarian menjadi 448 mil laut (nautical mile/NM) persegi. Perluasan ini dilakukan untuk memastikan setiap potensi lokasi penemuan korban dapat disisir secara menyeluruh dan efisien.
Strategi pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk mengoptimalkan jangkauan. SRU 1 menggunakan kapal nelayan dari Kepulauan Sabalana untuk menyisir sektor pertama seluas 140 NM persegi di sekitar perairan Pulau Sabalana dan Pulau Mataalang.
Sementara itu, SRU 2 menggunakan Kapal Negara (KN) SAR Kamajaya 104 untuk melakukan pencarian di sektor kedua. Sektor ini mencakup area yang lebih luas, yaitu 308 NM persegi, meliputi perairan Pulau Mataalang hingga Selat Makassar.
Advertisement
Muhammad Arif Anwar juga menambahkan bahwa faktor cuaca, arah angin, dan arus laut terus diperhitungkan sebagai dasar penentuan area pencarian. Hal ini sangat penting mengingat dinamika perairan Selayar yang dapat memengaruhi pergerakan korban.
Advertisement
Perkembangan Penemuan Korban dan Dukungan Tambahan Operasi SAR
Hingga operasi hari keempat, dari total 78 orang yang tercatat berada di KM Nurul Salsa, sejumlah 52 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Namun, satu orang ditemukan meninggal dunia, dan 25 orang lainnya masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Untuk memperkuat operasi Pencarian Korban KM Nurul Salsa, Basarnas menerima dukungan signifikan dari Kantor Basarnas Kendari dan Maumere. Tambahan kekuatan ini meliputi KN SAR Pacitan dari Kendari dengan 28 personel, serta KN SAR Puntadewa dari Maumere yang membawa 15 personel.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa dukungan ini merupakan bentuk sinergi nasional dalam mempercepat proses pencarian. Kehadiran dua kapal SAR beserta personelnya sangat vital untuk memperkuat unsur laut dalam menyisir area yang luas.
Advertisement
Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasi, terutama mempertimbangkan dinamika arus laut, arah angin, dan kondisi cuaca di Perairan Selayar. Evaluasi pola pencarian berdasarkan data pergerakan arus dan kondisi meteorologi terus dilakukan secara berkala.
Advertisement
Kendala Operasi dan Rencana Lanjutan Pencarian Korban
Meskipun upaya maksimal telah dikerahkan, laporan pencarian pada hari keempat ini masih nihil dalam menemukan korban tambahan. Tim SAR gabungan terus menghadapi tantangan berupa luasnya area pencarian dan kondisi perairan.
Rencananya, operasi pencarian akan dilanjutkan pada Minggu (19/7) pagi. Fokus penyisiran akan diarahkan ke pulau-pulau kosong tak berpenghuni yang berada di sekitar wilayah Pulau Sabalana.
Sebagai pusat koordinasi dan informasi, operasi SAR juga mendirikan tiga posko utama. Posko-posko ini berlokasi di Makassar, Selayar, dan Jampea, berfungsi sebagai wadah informasi bagi keluarga korban dan publik.
Advertisement
KM Nurul Salsa diketahui berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA. Kapal yang membawa 78 penumpang itu mengalami gangguan mesin di posisi perairan barat Pulau Polassi, sekitar 43 NM dari Pelabuhan Benteng Selayar, sebelum akhirnya tenggelam.
Sumber: AntaraNews