Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia secara resmi meluncurkan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Masjid) sebagai program nasional. Gerakan ini akan menyasar 4.003 masjid dan mushalla yang tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Selatan, bertujuan untuk memperkuat budaya menjaga kebersihan rumah ibadah.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya Kemenag untuk menghadirkan masjid yang tidak hanya bersih dan asri, tetapi juga nyaman dan ramah lingkungan. Pelaksanaan Geber Masjid ini juga menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Secara nasional, kick-off Geber Masjid akan dipusatkan di Masjid Fatahillah, Balai Kota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pada waktu yang bersamaan, aksi bersih-bersih akan dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan, menandai dimulainya gerakan peduli kebersihan masjid secara masif.
Advertisement
Advertisement
Tujuan dan Landasan Gerakan Bersih Masjid
Gerakan Bersih Masjid ini memiliki tujuan yang lebih luas dari sekadar membersihkan fisik bangunan. Kemenag berupaya mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan rumah ibadah secara berkelanjutan.
Abu Rokhmad menjelaskan bahwa Geber Masjid adalah implementasi dari Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 4 Tahun 2026 tentang Gerakan Bersih-Bersih Masjid.
Gerakan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan berkembang menjadi sebuah budaya kolektif dalam merawat dan memakmurkan masjid. Masjid yang bersih dan nyaman diyakini akan meningkatkan kekhusyukan jamaah dalam beribadah, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kebersihan Masjid
Pelaksanaan Gerakan Bersih Masjid melibatkan berbagai unsur dan pihak, menunjukkan komitmen bersama untuk menyukseskan program ini. Keterlibatan ini mencakup jajaran Kemenag dari tingkat pusat hingga daerah, termasuk Kantor Wilayah Kemenag, Kantor Kemenag kabupaten/kota, dan Kantor Urusan Agama (KUA).
Selain itu, penyuluh agama, pengurus masjid, organisasi kemasyarakatan Islam, remaja masjid, hingga masyarakat umum diundang untuk berpartisipasi aktif. Kolaborasi luas ini bertujuan untuk menciptakan sinergi dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan masjid.
Lingkup kegiatan Geber Masjid tidak hanya terbatas pada pembersihan lingkungan masjid dan mushalla. Program ini juga mengarahkan pada praktik pengelolaan sampah yang lebih baik, seperti pemilahan sampah organik dan anorganik. Upaya penghijauan, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta penghematan air dan energi listrik juga menjadi bagian penting dari gerakan ini, mencerminkan pendekatan holistik terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Advertisement
Advertisement
Membangun Budaya Kebersihan dan Makmurkan Masjid
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyampaikan harapannya agar Geber Masjid menjadi momentum penting untuk menjadikan kebersihan sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya memakmurkan masjid.
Menurutnya, masjid yang bersih, asri, dan nyaman akan memberikan pengalaman ibadah yang lebih baik bagi jamaah. Hal ini juga secara langsung merefleksikan nilai-nilai Islam yang sangat menjunjung tinggi kebersihan sebagai bagian dari iman.
Melalui gerakan ini, Kemenag berupaya menanamkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan rumah ibadah, tidak hanya untuk kenyamanan spiritual tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap lingkungan. Ini adalah langkah strategis dalam mewujudkan masjid sebagai pusat peradaban yang ideal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews