Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan, masyarakat masih mengeluhkan tingginya tingkat kriminalitas di Jakarta Timur dan sejumlah wilayah Jakarta lainnya, terutama tawuran, begal, dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Hal ini disampaikannya dalam kunjungan reses dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat di GOR Otista, Jakarta Timur.
Sahroni meminta Polri meningkatkan penindakan terhadap pelaku kriminal untuk merespons keresahan masyarakat.
"Jakarta Timur ini sangat disayangkan tingkat kriminalitasnya masih tinggi, khususnya soal tawuran. Maka dari itu, saya sudah minta ke Kapolda Metro, Kapolres Jaktim, Kapolsek wilayah, untuk tangkap-tangkap saja para kriminal ini," kata dia, Minggu (27/9/2026).
Menurut Politikus NasDem ini, penindakan yang tidak tegas dapat membuat pelaku kembali melakukan aksi serupa dan semakin meresahkan masyarakat.
"Kasih efek jera dulu, baru dikeluarin, biar tidak mengulangi. Karena kalah penindakannya lembek, besoknya begitu lagi, malah makin gagah-gagahan. Ujung-ujungnya meresahkan dan merugikan masyarakat," ungkap dia.
Dirinya pun meminta kepolisian proaktif menindaklanjuti seluruh laporan masyarakat, baik yang disampaikan secara langsung maupun informasi terkait kasus yang viral di media sosial.
"Sekarang pokoknya kalau ada kasus-kasus yang viral di media sosial, itu polisi jemput bola aja. Langsung usut. Semua laporan masyarakat harus beres dalam 1x24 jam. Jadi masyarakat benar-benar merasa aman dan terbantu," kata Sahroni.