Jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni tercatat menurun setelah erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Penurunan juga terjadi pada jumlah kendaraan yang melintas di lintasan Selat Sunda.
Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry, sebanyak 32.280 penumpang dan 8.629 kendaraan tercatat menyeberang dari Merak menuju Bakauheni pada Jumat (4/9/2026).
Sehari kemudian, Sabtu (5/9/2026), jumlah penumpang turun menjadi 28.826 orang. Sementara itu, kendaraan yang menyeberang berkurang menjadi 8.075 unit.
Di Pelabuhan Bakauheni, jumlah penumpang tercatat 1.361 orang dan 7.371 kendaraan pada Jumat (4/9/2026). Pada Sabtu (5/9/2026), jumlah penumpang menjadi 1.365 orang, sedangkan kendaraan turun menjadi 6.736 unit.
Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
ASDP juga berkoordinasi dengan regulator dan BMKG untuk memastikan keputusan operasional mempertimbangkan kondisi terkini.
"Dalam situasi pasca aktivitas GAK, kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan regulator serta BMKG agar setiap keputusan operasional dapat dilakukan secara tepat dengan mempertimbangkan kondisi terkini di lapangan," ujar Heru dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).
Sebagai langkah perlindungan bagi pengguna jasa, ASDP membagikan masker kepada penumpang yang berangkat maupun tiba di Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Masyarakat juga diimbau memperhatikan keselamatan selama perjalanan.
Advertisement
ASDP Pantau Terus Erupsi
Heru menegaskan, perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau akan terus dipantau untuk memastikan layanan penyeberangan tetap berlangsung dengan aman.
"Di tengah dinamika kondisi yang ada, kami akan terus hadir memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh pengguna jasa," terangnya.
ASDP menyatakan belum terdapat gangguan signifikan dalam proses penyeberangan di lintasan Selat Sunda yang menghubungkan Pelabuhan Merak dan Bakauheni sejak Minggu hingga Senin (6–7/9/2026).
Untuk mendukung operasional penyeberangan, ASDP menyiagakan 32 kapal di Pelabuhan Merak dan 28 kapal di Bakauheni.
"ASDP terus memantau perkembangan kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan regulator, BMKG dan PVMBG untuk memastikan operasional penyeberangan tetap berlangsung dengan mengedepankan keselamatan," jelasnya.