Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, mengajukan usulan pembangunan sumur bor kepada Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengatasi dampak kekeringan yang melanda. Langkah ini diambil guna memastikan produksi pangan tetap berkelanjutan dan mencegah potensi gagal panen di musim kemarau.
Kepala Dinas Pertanian Lebak, Rahmat Yuniar, menyatakan bahwa usulan pembuatan sumur bor ini difokuskan pada beberapa titik areal persawahan yang tidak memiliki akses sumber air memadai. Pihaknya terus memantau kondisi tanaman padi agar tetap produktif meski di tengah musim kemarau.
Selain usulan sumur bor, Pemkab Lebak juga telah melakukan berbagai upaya penanganan kekeringan. Upaya tersebut termasuk pemasangan pompa air dari sungai serta pemeliharaan jaringan irigasi untuk menjaga kelancaran aliran air ke persawahan.
Advertisement
Advertisement
Strategi Pemkab Lebak Hadapi Ancaman Kekeringan
Dinas Pertanian Lebak secara aktif mengoptimalkan pemantauan kondisi tanaman padi di musim kemarau. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa tanaman dapat tetap menghasilkan produksi pangan yang stabil.
Upaya penanganan kekeringan yang sedang berjalan meliputi penggunaan pompa air untuk menyedot air dari sungai. Air tersebut kemudian dialirkan ke areal persawahan, membantu menyuburkan lahan tanaman padi yang terdampak.
Selain itu, pemeliharaan jaringan irigasi juga menjadi prioritas untuk memastikan arus air lancar. Hal ini krusial agar air dapat mengairi seluruh persawahan, terutama di daerah yang mengandalkan sistem irigasi.
Advertisement
Rahmat Yuniar berharap agar usulan pembuatan sumur bor itu dapat segera direalisasikan oleh Kementan. Realisasi sumur bor diharapkan mampu menjadi solusi permanen dalam menjaga ketahanan pangan saat musim kemarau panjang.
Advertisement
Dampak Kekeringan dan Ancaman Gagal Panen di Lebak
Kondisi kekeringan di Lebak telah menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan petani. Dike Cidrasari, seorang penyuluh pertanian di Kalanganyar, melaporkan peningkatan signifikan pada tanaman padi yang mengalami kekeringan berat hingga puso.
Tanaman padi yang berusia antara 20 hingga 60 hari setelah tanam menjadi yang paling rentan terhadap kondisi ini. Pihak penyuluh saat ini sedang melakukan pendataan komprehensif terhadap areal persawahan yang mengalami kekeringan parah dan puso.
Udin, seorang petani dari Pasir Kupa Kalanganyar, mengungkapkan bahwa empat petak sawah miliknya dipastikan gagal panen. Tanaman padinya tidak tumbuh dan bahkan batang serta daunnya mati akibat tidak ada hujan selama sebulan terakhir.
Advertisement
Kekeringan panjang ini telah menyebabkan banyak areal persawahan di Blok Jantrang, Desa Pasir Kupa Kalanganyar, mengalami kondisi serupa. Diperkirakan puluhan hektar tanaman padi akan gagal panen karena tidak adanya sumber air untuk pompa maupun irigasi.
Advertisement
Kerugian Petani dan Harapan Solusi Permanen
Petani di Lebak menghadapi kerugian besar akibat kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan parah. Ketiadaan sumber air yang memadai membuat mereka bersikap pasrah menghadapi kondisi ini.
Udin menambahkan bahwa usaha pertanian pangan, khususnya padi sawah, mengalami kerugian signifikan. Situasi ini menyoroti urgensi solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah kekeringan.
Keberadaan sumur bor diharapkan dapat memberikan alternatif sumber air yang stabil bagi petani. Dengan demikian, produksi padi dapat terus berjalan tanpa terpengaruh oleh fluktuasi musim.
Advertisement
Realisasi usulan sumur bor ini sangat dinantikan oleh para petani. Mereka berharap agar pemerintah dapat segera bertindak untuk mencegah kerugian lebih lanjut dan menjamin ketersediaan pangan di masa depan.
Sumber: AntaraNews