Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang dikelola oleh Bank Indonesia, merilis data terbaru mengenai fluktuasi harga komoditas pangan. Informasi ini sangat penting bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk memantau kondisi pasar. Data terkini menunjukkan adanya pergerakan harga pada beberapa bahan pokok strategis.
Pada Sabtu pagi, 18 Juli, pukul 09.00 WIB, PIHPS mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp57.250 per kilogram (kg) di tingkat pedagang eceran nasional. Sementara itu, harga telur ayam ras terpantau stabil di angka Rp20.550 per kg. Data ini memberikan gambaran awal mengenai dinamika pasokan dan permintaan di pasar.
Laporan yang dilansir di Jakarta ini juga mencakup harga komoditas penting lainnya yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Pemantauan harga secara berkala bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan pangan di seluruh wilayah Indonesia. Informasi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi konsumen dan produsen.
Advertisement
Advertisement
Fluktuasi Harga Cabai dan Bawang di Pasar Nasional
Selain cabai rawit merah yang mencapai Rp57.250 per kg, PIHPS Nasional juga mencatat harga komoditas cabai lainnya. Cabai merah besar berada di kisaran Rp47.450 per kg, menunjukkan variasi harga yang signifikan antar jenis cabai. Sementara itu, cabai merah keriting tercatat seharga Rp46.500 per kg, memperlihatkan perbedaan tipis dengan cabai merah besar.
Harga cabai rawit hijau juga tidak kalah tinggi, dengan angka Rp53.000 per kg. Tingginya harga cabai ini seringkali dipengaruhi oleh faktor musim, distribusi, dan kondisi cuaca yang berdampak pada hasil panen. Konsumen perlu memperhatikan jenis cabai yang dibeli untuk menyesuaikan dengan anggaran belanja.
Komoditas bawang juga menunjukkan pergerakan harga yang patut dicermati. Harga bawang merah secara nasional berada di angka Rp43.800 per kg. Di sisi lain, bawang putih tercatat sedikit lebih rendah dengan harga Rp43.750 per kg, menunjukkan stabilitas relatif antara kedua jenis bawang ini.
Advertisement
Ketersediaan dan harga bawang sangat vital mengingat perannya sebagai bumbu dasar dalam masakan Indonesia. Perubahan harga pada komoditas ini dapat berdampak langsung pada biaya produksi makanan dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, pemantauan terus-menerus sangat diperlukan.
Advertisement
Harga Beras dan Daging Tetap Stabil
Sektor beras, sebagai makanan pokok utama, juga menjadi perhatian dalam pemantauan Harga Pangan Nasional. Beras kualitas bawah I tercatat seharga Rp14.750 per kg, sedangkan beras kualitas bawah II sedikit lebih murah di Rp14.550 per kg. Ketersediaan beras dengan berbagai kualitas ini memberikan pilihan bagi konsumen.
Untuk beras kualitas menengah, beras medium I dihargai Rp16.350 per kg dan beras medium II pada Rp16.150 per kg. Sementara itu, beras kualitas super I mencapai Rp17.650 per kg, dan beras kualitas super II di angka Rp17.150 per kg. Perbedaan harga ini mencerminkan kualitas dan jenis beras yang beragam di pasaran.
Pada kategori daging, harga daging ayam ras segar tercatat Rp38.450 per kg. Harga ini relatif stabil dan menjadi salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat. Ketersediaan pasokan daging ayam yang cukup turut menjaga kestabilan harga.
Advertisement
Daging sapi juga memiliki dua kategori harga yang dicatat PIHPS. Daging sapi kualitas I berada di harga Rp150.600 per kg, sedangkan daging sapi kualitas II sedikit lebih rendah pada Rp141.550 per kg. Fluktuasi harga daging sapi seringkali dipengaruhi oleh biaya pakan, distribusi, dan permintaan pasar.
Advertisement
Gula dan Minyak Goreng dengan Harga Bervariasi
Komoditas gula pasir juga menunjukkan variasi harga berdasarkan kualitasnya. Gula pasir kualitas premium tercatat seharga Rp20.300 per kg, menawarkan pilihan bagi konsumen yang mencari kualitas lebih tinggi. Sementara itu, gula pasir lokal berada di angka Rp19.100 per kg, menunjukkan selisih harga yang tidak terlalu jauh.
Harga gula ini penting untuk diperhatikan mengingat perannya dalam industri makanan dan minuman, serta kebutuhan rumah tangga. Ketersediaan pasokan gula yang memadai menjadi kunci untuk menjaga stabilitas harga di pasar. Pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan komoditas ini.
Minyak goreng, sebagai salah satu kebutuhan pokok rumah tangga, juga memiliki beberapa kategori harga. Minyak goreng curah tercatat Rp20.550 per liter, menjadi pilihan ekonomis bagi sebagian masyarakat. Harga ini seringkali menjadi indikator penting bagi daya beli masyarakat secara keseluruhan.
Advertisement
Untuk minyak goreng kemasan, terdapat dua jenis yang dicatat. Minyak goreng kemasan bermerek I dihargai Rp24.200 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II sedikit lebih murah di Rp23.450 per liter. Perbedaan harga ini biasanya terkait dengan merek, kualitas, dan kemasan produk.
Sumber: AntaraNews