Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengambil langkah konkret untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat. Inisiatif ini diwujudkan melalui penyelenggaraan pelatihan pengembangan usaha mikro yang sangat relevan bagi pelaku UMKM di era modern. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian MUI terhadap kemandirian ekonomi masyarakat.
Pelatihan tersebut diikuti oleh puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai latar belakang di kota Banjarmasin. Acara penting ini telah dilaksanakan di Sekretariat MUI Banjarmasin pada hari Sabtu, 18 Juli. Fokus utama pelatihan adalah peningkatan kapasitas manajerial dan finansial para peserta.
Materi yang diberikan meliputi edukasi sistem manajemen yang efektif, perencanaan bisnis yang strategis, serta pengelolaan keuangan yang baik. Tujuannya adalah untuk membekali para pelaku usaha mikro agar lebih berdaya saing dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci sukses terselenggaranya pelatihan ini.
Advertisement
Advertisement
Meningkatkan Daya Saing UMKM di Era Digital
Ketua MUI Kota Banjarmasin, Habib Ali Khaidir Al Kaff, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan inisiatif dari Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Kota Banjarmasin. Tujuan utamanya adalah memberdayakan ekonomi umat melalui pengembangan usaha mikro yang memiliki daya saing tinggi. Habib Ali menekankan pentingnya adaptasi di tengah perubahan zaman.
Menurut Habib Ali, di era digital yang serba cepat ini, para pelaku usaha, termasuk usaha mikro, wajib memahami dan menguasai berbagai aspek fundamental. Pengetahuan tentang sistem manajemen yang modern, perencanaan bisnis yang matang, dan pengelolaan keuangan yang transparan menjadi sangat krusial. Hal ini akan membantu UMKM untuk terus maju dan berkembang.
Beliau juga berharap agar pelatihan pengembangan usaha mikro ini dapat memberikan manfaat besar serta keberkahan bagi seluruh pelaku usaha mikro. Mayoritas peserta pelatihan adalah ibu-ibu yang gigih berjuang untuk memenuhi nafkah keluarga mereka. Dukungan penuh dari pemerintah kota turut mensukseskan acara ini.
Advertisement
Advertisement
Materi Komprehensif dan Dukungan Akademisi
Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Kota Banjarmasin, Khairil Hidayat, mengungkapkan detail mengenai narasumber yang dihadirkan. Pelatihan ini mengundang dua pakar ekonomi terkemuka dari perguruan tinggi di Banjarmasin. Mereka adalah Prof. Dr. Ahmad Yunani, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, serta seorang Dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin.
Kehadiran para akademisi ini memastikan materi yang disampaikan memiliki dasar keilmuan yang kuat dan relevan dengan kondisi pasar saat ini. Materi yang komprehensif mencakup strategi pemasaran digital, inovasi produk, hingga akses permodalan. Peserta pelatihan berasal dari berbagai latar belakang, termasuk pelaku usaha mikro binaan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan perwakilan dari berbagai kecamatan di Banjarmasin.
Keragaman latar belakang peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan kebutuhan akan peningkatan kapasitas usaha. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis yang dapat langsung diterapkan oleh para pelaku UMKM. Dengan demikian, diharapkan mereka mampu menghadapi tantangan bisnis dan memanfaatkan peluang yang ada.
Advertisement
Advertisement
Apresiasi Pemerintah Kota dan Harapan Kolaborasi Berkelanjutan
Asisten II Pemerintah Kota Banjarmasin, Taufik Rivani, menyampaikan apresiasi tinggi kepada MUI Kota Banjarmasin atas inisiatif kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan ini merupakan wujud nyata kepedulian MUI terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan kapasitas usaha mikro. Pemerintah kota sangat mendukung upaya-upaya semacam ini.
Taufik Rivani juga menekankan bahwa dalam upaya memperkuat pertahanan ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan global saat ini, sangat penting untuk menumbuhkan UMKM yang berdaya saing. UMKM tidak hanya harus mengandalkan semangat berusaha, tetapi juga memerlukan kemampuan profesional dalam mengelola bisnis. Ini termasuk menyusun perencanaan bisnis yang matang dan mengatur keuangan dengan cermat.
Pemerintah Kota Banjarmasin berharap kolaborasi dengan MUI dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Tujuannya adalah agar UMKM di Banjarmasin dapat terus tumbuh, berkembang, dan memiliki daya saing di tingkat global. Sinergi antara organisasi keagamaan, akademisi, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam mencapai kemandirian ekonomi masyarakat.
Advertisement
Dampak dari pelatihan semacam ini diharapkan tidak hanya terbatas pada peningkatan kapasitas individu pelaku UMKM, tetapi juga mampu menciptakan efek domino positif bagi perekonomian lokal secara keseluruhan. Dengan UMKM yang lebih kuat dan berdaya saing, lapangan kerja baru dapat tercipta, inovasi produk dan layanan meningkat, serta kesejahteraan masyarakat dapat terangkat. Inisiatif ini juga menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan ekonomi Banjarmasin yang lebih mandiri dan berkeadilan.
Sumber: AntaraNews