Prabowo: Indonesia Dibilang Bangsa Malas dan Santai, Padahal Rakyat Kita Berjuang Keras

Prabowo mengaku salut dengan perjuangan rakyat Indonesia.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Prabowo: Indonesia Dibilang Bangsa Malas dan Santai, Padahal Rakyat Kita Berjuang Keras
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Jakarta, Minggu (12/7/2026). (Dok. Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto menanggapi anggapan yang menurutnya kerap ditujukan kepada Indonesia sebagai bangsa yang malas dan gemar bersantai. Menurut dia, pandangan tersebut tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

"Kita dibilang bangsa yang santai, kita dibilang bangsa yang malas, bahwa rakyat Indonesia, para pribuminya hobinya tidur," kata Prabowo saat groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, secara virtual, Kamis (16/7/2026).

Prabowo menegaskan masyarakat Indonesia merupakan pekerja keras yang setiap hari berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Menurutnya, banyak masyarakat yang bahkan mempertaruhkan keselamatan saat bekerja, seperti nelayan yang melaut.

"Rakyat kita berjuang keras dari hari ke hari untuk mencari kehidupan yang layak. Mereka yang berlayar di laut mencari makan, mencari ikan itu mempertaruhkan nyawa. Di mana-mana rakyat kita kerja keras. Tapi kalau iklim itu begitu panas, ya kearifan nenek moyang mengajarkan kita hindari panas pada saat terik matahari," ujarnya.

Ia juga mengatakan banyak pihak tidak melihat bahwa masyarakat Indonesia memulai aktivitas sejak dini hari dan baru kembali pada malam hari.

"Ada bangsa-bangsa yang tidak lihat bahwa rakyat kita bangun sangat pagi. Ada yang ke sawah, ada yang ke ladang, ada yang cari air, cari kayu, ada yang berburu, ada yang melaut di saat gelap, kembalinya pun di saat gelap," tutur Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyambut dimulainya proyek LNG Abadi Masela. Menurutnya, proyek dengan nilai investasi sekitar USD 20,9 miliar tersebut akan menghasilkan lebih dari 9 juta ton gas, kondensat, dan produk lainnya yang dapat mendukung pembangunan nasional.

"Sehingga ini akan sangat membantu bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan. Kita harus melakukan hilirisasi dan hilirisasi ini membutuhkan energi," kata Prabowo.

Rekomendasi