Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi warga di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (15/7/2026).
Kunjungan di luar agenda resmi itu dilakukan untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan permintaan maaf dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang sebelumnya membatalkan rencana kunjungan ke wilayah tersebut.
Gibran tiba sekitar pukul 12.30 WIB dan disambut antusias oleh warga. Mereka berebut menyalami Wakil Presiden serta mengabadikan momen dengan berfoto bersama.
Kedatangan Gibran menjadi perhatian karena berlangsung setelah batalnya agenda safari politik Jokowi pada 28 Juni 2026. Pembatalan tersebut sempat memicu kekecewaan masyarakat adat dari tiga kecamatan yang telah mempersiapkan penyambutan.
Saat itu, ribuan warga meluapkan kekecewaan dengan membanting paket sembako dan menginjak-injak kartu tanda pengenal (ID card) panitia. Mereka mengaku telah mengorbankan tenaga, waktu, dan biaya untuk menyambut kedatangan Jokowi, tetapi agenda tersebut dibatalkan secara mendadak.
Dalam pertemuan itu, Gibran menyampaikan permintaan maaf dari Jokowi atas ketidakhadirannya. Menurut warga, kehadiran Wakil Presiden setidaknya mampu mengobati kekecewaan yang sempat mereka rasakan.
"Kedatangan Wakil Presiden membuat kami senang. Kami memang sempat kecewa karena Pak Jokowi tidak jadi datang, tetapi sekarang senang juga, walaupun yang datang anaknya," ujar Dina, warga Sekampung Udik.
Ketua Bela Budaya Nusantara Provinsi Lampung, Mulyono, mengatakan Gibran menyampaikan apresiasi kepada masyarakat sekaligus membawa permohonan maaf dari Jokowi. Menurut dia, Jokowi juga menyampaikan permintaan maaf secara langsung melalui sambungan telepon kepada perwakilan masyarakat.
"Beliau menyampaikan apresiasi dan permohonan maaf karena Pak Jokowi kemarin tidak bisa hadir. Tadi juga Pak Jokowi melalui telepon menyampaikan permintaan maaf. Kami mengambil hikmah agar silaturahmi ke depan dapat terjalin lebih baik," kata Mulyono.
Kunjungan singkat tersebut berlangsung dalam suasana hangat. Warga berharap komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik sehingga peristiwa serupa tidak kembali menimbulkan kekecewaan.