Kotim Perkuat Karakter Santri Hadapi Tantangan Era Digital: Membangun Generasi Muda Berakhlak dan Literat
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur fokus pada **penguatan karakter santri** dan literasi digital. Inisiatif ini membekali santri agar bijak memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan nilai moral di era digital.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) secara berkelanjutan menggalakkan berbagai upaya untuk memperkuat karakter serta literasi digital bagi generasi muda. Inisiatif ini secara khusus menyasar kalangan santri di wilayah tersebut, memastikan mereka siap menghadapi dinamika era digital.
Bupati Kotim, Halikinnor, di Sampit, menyatakan bahwa langkah ini krusial agar santri dapat memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak. Tujuannya adalah tanpa kehilangan nilai moral, akhlak, dan jati diri di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial.
Salah satu wujud nyata dari upaya ini adalah penyelenggaraan seminar ilmiah bertema "Santri di Era Digitalisasi: Tantangan dan Solusi". Acara ini diikuti hingga perwakilan pondok pesantren dari berbagai wilayah di Kotim, menunjukkan komitmen Pemkab dalam membekali santri.
Pentingnya Literasi Digital bagi Santri
Perkembangan teknologi informasi dan media sosial membawa segudang manfaat, namun juga menghadirkan berbagai ancaman yang perlu diwaspadai secara serius. Bupati Halikinnor menekankan bahwa fenomena ketergantungan terhadap gawai menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.
Informasi yang beredar di media digital sangat cepat dan tidak semuanya memberikan dampak positif bagi perkembangan generasi muda. Bahkan, tidak sedikit informasi yang mengandung hoaks atau konten negatif yang dapat memengaruhi perilaku santri.
Oleh karena itu, seminar "Santri di Era Digitalisasi: Tantangan dan Solusi" menjadi momentum penting untuk mengundang perwakilan pesantren. Tujuannya adalah agar mereka dapat mendengar secara langsung cara menyikapi dan mengantisipasi dampak digitalisasi yang kini tak bisa dihindari.
Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana edukasi efektif bagi para santri. Dengan demikian, mereka akan memiliki kemampuan menyaring informasi, memahami etika bermedia sosial, serta tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif yang beredar di ruang digital.
Mengatasi Ancaman dan Membangun Solusi di Era Digital
Penggunaan gawai yang tidak terkontrol dapat berdampak signifikan terhadap perkembangan karakter anak. Hal ini terutama jika tidak disertai pengawasan dan pendampingan yang memadai dari lingkungan keluarga maupun lembaga pendidikan.
Pemkab Kotim menyadari bahwa menolak perkembangan teknologi, globalisasi, maupun modernisasi adalah hal yang mustahil. Bupati Halikinnor menegaskan, “Kita tidak mungkin menolak perkembangan teknologi, globalisasi maupun modernisasi. Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak kita mampu menggunakan media sosial secara bijak, mengambil manfaat yang positif dan menghindari hal-hal yang negatif.”
Inisiatif ini bertujuan agar santri dapat mengambil manfaat positif dari teknologi. Pada saat yang sama, mereka juga harus mampu menghindari hal-hal negatif yang berpotensi merusak moral dan akhlak.
Pendekatan holistik ini diharapkan dapat menciptakan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga cakap dalam beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan positif di masyarakat digital.
Membangun Generasi Digital yang Bertanggung Jawab
Momentum seperti seminar ini dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi moral dan etika santri dalam berinteraksi dengan dunia digital. Pendidikan karakter yang kuat adalah kunci untuk membentengi mereka dari pengaruh buruk internet.
Kerja sama antara pemerintah daerah, pondok pesantren, dan keluarga sangat vital dalam membentuk karakter santri yang tangguh. Sinergi ini memastikan bahwa santri mendapatkan bimbingan komprehensif.
Dengan bekal literasi digital dan karakter yang kuat, santri Kotim diharapkan menjadi teladan. Mereka mampu menunjukkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk kebaikan dan kemajuan.
Program **penguatan karakter santri** ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah. Hal ini akan menghasilkan generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Sumber: AntaraNews