Pemprov Banten Gandeng Muhammadiyah Perkuat Penguatan Pendidikan Anak di Era Digital
Pemerintah Provinsi Banten menggandeng Muhammadiyah untuk bersinergi dalam Penguatan Pendidikan Anak dan perlindungan remaja dari dampak negatif era digital, demi masa depan generasi bangsa yang cerdas dan berakhlak.
Pemerintah Provinsi Banten (Pemprov Banten) secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Muhammadiyah untuk terus memperkuat sektor pendidikan dan perlindungan anak serta remaja. Kolaborasi ini difokuskan pada upaya menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks.
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa penguatan pendidikan dan perlindungan anak dari dampak negatif perkembangan teknologi informasi merupakan salah satu isu krusial bagi pemerintah daerah. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri acara Silaturahmi Idul Fitri di Kantor Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Provinsi Banten pada Minggu (19/4).
Andra Soni menyoroti perubahan signifikan dalam pola pergaulan generasi muda yang kini cenderung lebih banyak berinteraksi di dunia maya dibandingkan dunia nyata. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi kualitas generasi bangsa di masa mendatang apabila tidak segera diantisipasi dengan langkah konkret.
Tantangan Era Digital dan Perlindungan Anak
Perkembangan pesat teknologi digital membawa berbagai kemudahan sekaligus tantangan serius, terutama bagi anak-anak dan remaja. Interaksi yang dominan di ruang siber berpotensi menimbulkan dampak negatif jika tidak diimbangi dengan literasi digital yang kuat dan pengawasan yang memadai.
Gubernur Andra Soni menekankan pentingnya kebijakan yang dapat diterapkan dan dirasakan langsung di lapangan untuk melindungi generasi muda. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan anak-anak dapat tumbuh kembang secara optimal tanpa terjerumus pada sisi gelap dunia digital.
Pemerintah Provinsi Banten memandang bahwa sinergi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah, sangat esensial. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih aman dan kondusif bagi pertumbuhan anak.
Sinergi Strategis untuk Masa Depan Generasi
Dalam upaya Penguatan Pendidikan Anak, Gubernur Banten mengajak Muhammadiyah untuk bersinergi aktif dalam beberapa program kunci. Program-program tersebut meliputi pengawasan ketat penggunaan gawai, pembatasan waktu layar yang proporsional, serta penguatan literasi digital.
Selain itu, penanaman akhlak dan nilai-nilai keislaman sejak dini di lingkungan sekolah juga menjadi fokus utama kolaborasi ini. Langkah-langkah tersebut sejalan dengan semangat Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 tentang pelindungan anak di ruang digital.
Andra Soni berharap gerakan sinergi ini dapat menjadi bagian dari dakwah berkemajuan, yang tidak hanya mencetak generasi cerdas teknologi. Namun juga generasi yang kokoh dalam akhlak dan nilai-nilai keislaman, membentuk karakter bangsa yang unggul.
Dukungan Muhammadiyah untuk Kemajuan Banten
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Banten, Muhammad Syamsuddin, menyambut baik ajakan kerja sama dari Pemprov Banten. Ia menyatakan optimisme tinggi bahwa Banten di bawah kepemimpinan Andra Soni akan semakin maju dan mencerahkan.
Muhammadiyah berharap Provinsi Banten dapat bertransformasi menjadi pusat peradaban, bisnis, dan perdagangan yang unggul. Untuk mencapai visi tersebut, Syamsuddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan.
Syamsuddin menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah lebih berfokus pada esensi dan bersifat universal. Oleh karena itu, Muhammadiyah selalu mendukung segala kebijakan pemerintah yang dinilai baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas, termasuk dalam Penguatan Pendidikan Anak.
Sumber: AntaraNews