Harga Rotan di Kotim Melonjak Awal 2026, Fenomena Musim Durian Jadi Pemicu Utama

Harga rotan di Kotawaringin Timur kembali melonjak di awal 2026 setelah sempat anjlok. Fenomena musim durian diduga kuat menjadi penyebab utama kenaikan harga rotan di Kotim.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Harga Rotan di Kotim Melonjak Awal 2026, Fenomena Musim Durian Jadi Pemicu Utama
Harga rotan di Kotawaringin Timur kembali melonjak di awal 2026 setelah sempat anjlok. Fenomena musim durian diduga kuat menjadi penyebab utama kenaikan harga rotan di Kotim. (AntaraNews)

Harga komoditas rotan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menunjukkan tren kenaikan signifikan pada awal tahun 2026. Kenaikan ini terjadi setelah sempat mengalami penurunan drastis pada Desember 2025, menciptakan dinamika pasar yang menarik perhatian. Para pelaku usaha meyakini bahwa fenomena musiman, khususnya tibanya musim durian, menjadi faktor utama di balik fluktuasi harga ini.

Sebelumnya, pada bulan Desember 2025, harga rotan di tingkat petani anjlok dari Rp6.000 menjadi Rp4.000 per kilogram. Penurunan ini diperkirakan karena berkurangnya permintaan rotan mentah menjelang akhir tahun. Namun, memasuki Januari 2026, harga rotan mulai merangkak naik, mencapai Rp4.500 per kilogram dan diprediksi akan terus meningkat.

H. Dahlan Ismail, seorang pengusaha rotan terkemuka di Kecamatan Kota Besi, menjelaskan bahwa kenaikan harga ini adalah fenomena tahunan yang selalu terjadi saat musim buah durian. Petani rotan di wilayah tersebut cenderung beralih fokus untuk memanen durian karena dinilai lebih mudah dan menguntungkan. Akibatnya, pasokan rotan dari petani berkurang drastis, yang secara langsung mendorong kenaikan harga di pasaran.

Pasar rotan di Kotawaringin Timur kerap diwarnai fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah siklus musim panen buah-buahan lokal. Pada Desember 2025, harga rotan mentah di wilayah ini sempat anjlok hingga Rp4.000 per kilogram, dari harga normal Rp6.000 per kilogram.

Penurunan harga ini tidak diketahui secara pasti penyebabnya, namun diperkirakan karena berkurangnya permintaan rotan mentah di akhir tahun. Namun, situasi berbalik di awal Januari 2026, di mana harga rotan kembali naik mencapai Rp4.500 per kilogram.

Dahlan Ismail, pengusaha rotan yang telah lama berkecimpung di industri ini, menegaskan bahwa kenaikan harga rotan saat ini tidak terlepas dari dampak musim durian yang sedang berlangsung di Kotawaringin Timur. Fenomena ini merupakan siklus tahunan, di mana harga rotan akan meningkat seiring dengan musim panen buah durian.

Musim durian yang melanda Kotawaringin Timur saat ini memiliki dampak langsung terhadap ketersediaan pasokan rotan di pasaran. Banyak petani rotan yang memilih untuk mengalihkan perhatian dan tenaga mereka untuk memanen buah durian. Hal ini disebabkan karena memanen durian dianggap lebih mudah dan memberikan keuntungan yang lebih cepat dibandingkan memanen rotan.

Akibatnya, kelangkaan rotan di tingkat petani menjadi tidak terhindarkan, yang kemudian memicu kenaikan harga. Dahlan Ismail, yang mendapatkan pasokan rotan dari kebunnya sendiri di Kecamatan Kota Besi serta dari petani di Kecamatan Cempaga, mengakui adanya penurunan volume pengiriman.

Dalam kondisi normal, pengusaha rotan seperti Dahlan dapat mengirim sekitar 50 ton rotan ke Cirebon setiap bulannya. Namun, saat stok rotan menipis akibat petani beralih ke durian, volume pengiriman bisa turun drastis hingga hanya sekitar 20 ton per bulan.

Musim panen buah-buahan seperti durian dan langsat (duku) menghadirkan dilema bagi petani rotan di Kotawaringin Timur. Memanen buah-buahan ini memerlukan tenaga dan waktu yang relatif lebih sedikit, serta biaya pengangkutan yang lebih rendah dibandingkan rotan. Hal ini menjadikan panen buah sebagai pilihan yang lebih menarik secara ekonomi bagi sebagian besar petani.

Fenomena ini secara tidak langsung menggambarkan tantangan yang dihadapi industri rotan lokal dalam mempertahankan pasokan dan stabilitas harga. Meskipun harga rotan sedang tinggi, kelangkaan pasokan tetap menjadi isu krusial.

Hingga saat ini, belum dapat dipastikan sampai kapan kenaikan harga rotan ini akan bertahan. Namun, dengan mulai memasuki musim panen buah duku, diperkirakan harga rotan masih akan tetap tinggi. Ini karena petani kemungkinan besar akan terus memprioritaskan panen buah-buahan yang lebih mudah dan menguntungkan, sehingga pasokan rotan tetap terbatas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi