Tahukah Anda? Disiplin Santri Kaltim Jadi Kunci Wujudkan Generasi Emas, Wagub Seno Aji Ungkap Peran Penting Pesantren

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan disiplin santri adalah fondasi utama mewujudkan generasi emas Kaltim, sembari menyerukan peran pesantren dalam membangun peradaban dan moral bangsa. Apa saja dukungan yang diberikan?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Disiplin Santri Kaltim Jadi Kunci Wujudkan Generasi Emas, Wagub Seno Aji Ungkap Peran Penting Pesantren
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan disiplin santri adalah fondasi utama mewujudkan generasi emas Kaltim, sembari menyerukan peran pesantren dalam membangun peradaban dan moral bangsa. Apa saja dukungan yang diberikan? (AntaraNews)

Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, baru-baru ini menekankan pentingnya kedisiplinan para santri. Penekanan ini bertujuan untuk membentuk karakter unggul sebagai fondasi menuju generasi emas Kaltim di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Seno Aji dalam acara peringatan Hari Santri Nasional 2025. Acara penting ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Nabil Husein, Samarinda, pada hari Rabu.

Menurutnya, santri tidak hanya berperan dalam aspek keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam membangun moral dan peradaban bangsa. Disiplin santri menjadi kunci utama untuk menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan nyaman, mendukung kesuksesan Kaltim.

Peran Strategis Santri dalam Membangun Kaltim

Seno Aji menegaskan bahwa santri memegang peranan krusial tidak hanya dalam lingkup keagamaan, tetapi juga dalam pembentukan moral dan peradaban bangsa yang kuat. Ia menyerukan agar santri melaporkan setiap hal negatif yang terjadi di lingkungan pesantren. Hal ini penting untuk menjaga integritas dan keamanan pondok pesantren.

“Santri harus disiplin. Laporkan setiap hal-hal negatif yang terjadi di pesantren. Kita harus bersatu padu menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan nyaman. Hanya dengan itu Kaltim bisa sukses menuju generasi emas,” ujar Seno Aji. Pernyataan ini disampaikan dalam peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Pondok Pesantren Nabil Husein Samarinda.

Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltim serta perwakilan PWNU dan PWMU. Kehadiran Anggota DPRD Provinsi dan Kota Samarinda, serta Ketua Ponpes Nabil Husein, semakin memperkuat dukungan terhadap peran santri. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pendidikan pesantren.

Dukungan Nyata untuk Pesantren dan Santri Berdaya

Dalam kesempatan yang sama, dukungan konkret diberikan untuk pengembangan pesantren dan santri di Kaltim. Bank Syariah Indonesia (BSI) menyerahkan bantuan program “Santri Berdaya” senilai Rp10 juta. Bantuan ini diberikan kepada 15 santriwan dan santriwati dari berbagai pondok pesantren di Samarinda, menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan santri.

Tidak hanya itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga memberikan kontribusi signifikan melalui bantuan hibah. Hibah sebesar Rp2,8 miliar disalurkan untuk 14 pondok pesantren yang tersebar di wilayah Kaltim. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Wakil Gubernur kepada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kaltim, menandai komitmen pemerintah.

Dukungan finansial ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas fasilitas dan program pendidikan di pesantren. Dengan demikian, pesantren dapat terus mencetak generasi emas yang tidak hanya religius tetapi juga memiliki daya saing tinggi. Bantuan ini menjadi investasi penting bagi masa depan pendidikan Islam di Kaltim.

Amanat Menteri Agama: Santri Pelopor Kemajuan di Era Digital

Seno Aji juga membacakan amanat Menteri Agama Nasaruddin Umar yang mengusung tema Hari Santri 2025: “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.” Amanat ini menggarisbawahi peran strategis santri dalam konteks nasional dan global. Santri diharapkan menjadi agen perubahan dan penjaga nilai-nilai kebangsaan.

Menteri Agama mengajak seluruh santri untuk menjadi pelopor kemajuan dan penjaga nilai-nilai kebangsaan di era digital yang terus berkembang. Ini menunjukkan bahwa peran santri tidak terbatas pada lingkungan pondok, melainkan juga harus adaptif terhadap perkembangan zaman. Santri diharapkan mampu berkontribusi di berbagai sektor.

“Hari Santri harus menjadi momentum kebangkitan santri Indonesia. Santri masa kini tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga teknologi, sains, dan bahasa dunia,” demikian kutipan amanat Menteri Agama. Pesan ini menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan umum dan keterampilan modern bagi santri. Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi