KPID DKI Jakarta Ajak Publik Utamakan Konten Terverifikasi

Dalam forum literasi digital di Jakarta, KPID DKI Jakarta mengajak publik memilih informasi terverifikasi dan memaparkan dorongan serta inisiatifnya.

Putu Merta Surya Putra
Oleh Putu Merta Surya Putra - Reporter
KPID DKI Jakarta Ajak Publik Utamakan Konten Terverifikasi
KPI DKI Jakarta menggelar literasi digital bertema "Menguji Gerakan Ayo Menonton TV dan Dengar Radio di Era Disrupsi Media" yang digelar di Sekretariat Bersama Lintas Generasi Aktivis Pro Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa).

KPID DKI Jakarta mendorong publik semakin kritis memilih sumber informasi yang terverifikasi di tengah ledakan konten digital.

Seruan itu mengemuka dalam forum literasi di Jakarta.

Kegiatan Literasi Digital Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi DKI Jakarta bertema "Menguji Gerakan Ayo Menonton TV dan Dengar Radio di Era Disrupsi Media\" digelar di Sekretariat Bersama Lintas Generasi Aktivis Pro Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026).

Acara menghadirkan Komisioner KPAI Kawiyan, tokoh masyarakat Aminullah, dan anggota FKDM DKI Jakarta Raden Umar. Peserta yang hadir terdiri dari mahasiswa, tokoh LSM, dan perwakilan masyarakat.

Ketua KPID DKI Jakarta Ahmad Sulhy menekankan perlunya ketelitian masyarakat saat mengonsumsi informasi di berbagai platform digital.

"Hari ini kita tidak sedang menghadapi krisis informasi. Yang kita hadapi adalah tantangan memastikan informasi yang kita konsumsi benar, berkualitas, telah diverifikasi, dan mampu mencerdaskan masyarakat," kata Ketua KPID DKI Jakarta Ahmad Sulhy.

Menurut Sulhy, bisnis platform digital bertumpu pada ekonomi perhatian (attention economy) yang menjadikan data dan perilaku pengguna sebagai komoditas.

Imbasnya, algoritma media sosial lebih berorientasi mempertahankan perhatian pengguna ketimbang memastikan kebenaran informasi.

Ia mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2024 yang menunjukkan 83,8 persen masyarakat DKI Jakarta menggunakan internet untuk memperoleh informasi dan berita.

Dengan kebutuhan informasi yang tinggi, ia menilai keberadaan sumber yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan semakin penting agar publik tidak tersesat oleh informasi yang menyesatkan.

Gerakan KPID DKI Jakarta: Ayo Menonton TV dan Dengar Radio

Atas dasar itu, KPID DKI Jakarta menginisiasi Gerakan Ayo Menonton TV dan Dengar Radio untuk memperkuat kepercayaan terhadap informasi yang diproduksi melalui proses jurnalistik dan verifikasi fakta, serta berada dalam pengawasan sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

Sulhy menilai minat masyarakat terhadap televisi kembali meningkat pada penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026. Pada laga semifinal Prancis melawan Spanyol, siaran TVRI mencatat total share sekitar 75 persen.

"Masyarakat tidak meninggalkan televisi dan radio. Mereka membutuhkan konten yang kredibel, relevan, dan berkualitas," kata Ahmad Sulhy.

Forum literasi digital tersebut merekomendasikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memanfaatkan televisi dan radio sebagai media penyebarluasan program pembangunan.

Peserta juga mendorong perluasan literasi digital kepada pelajar dan mahasiswa, serta memperkuat kewenangan KPI dalam menghadapi perkembangan penyiaran digital.

Di sisi lain, forum menekankan peningkatan kualitas narasumber program siaran dan mendorong lembaga penyiaran menghadirkan konten kreatif tanpa mengabaikan nilai-nilai Pancasila, budaya bangsa, dan pembentukan karakter generasi muda.

KPID DKI Jakarta menegaskan bahwa menjaga kualitas ruang siaran merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang cerdas, memperkuat demokrasi, serta melindungi generasi muda dari arus informasi yang menyesatkan.

Rekomendasi