Hari Kedua Pencarian Jurnalis di Anak Krakatau, Tim SAR Ungkap Kendala di Lapangan

Pencarian lima jurnalis dan tiga kru di perairan Anak Krakatau memasuki hari kedua. Basarnas membeberkan kendala utama dan rute penyisiran.

Ardi Munthe
Oleh Ardi Munthe - Reporter
Hari Kedua Pencarian Jurnalis di Anak Krakatau, Tim SAR Ungkap Kendala di Lapangan
Tim SAR masih menyisir perairan Selat Sunda, mulai dari Dermaga Panjang menuju Pulau Sebesi hingga kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau. (Liputan6/Ardi Munthe)

Pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau memasuki hari kedua, Rabu (9/9/2026). Hingga kini, tim SAR belum menemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan delapan orang tersebut.

Operasi dilakukan dengan menyisir perairan Selat Sunda, mulai dari Dermaga Panjang menuju Pulau Sebesi hingga kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau. Basarnas Lampung mengerahkan 24 personel menggunakan dua unit kapal Rigid Inflatable Boat (RIB).

Kasubbag Umum Basarnas Lampung Zulkarnain Siagian merinci armada yang digunakan. "Total 24 personel. Dua RIB yang bergerak, RIB 02 dan RIB 03," kata Zulkarnain, Rabu (9/9/2026).

Ia juga menjelaskan rute penyisiran pada hari kedua. "Untuk pencarian hari ini, posisi kami dari Dermaga Panjang menuju Pulau Sebesi dan berputar di sekitar Gunung Anak Krakatau," ujar Zulkarnain.

Dalam operasi ini, Basarnas Lampung berkoordinasi dengan Basarnas Banten selaku koordinator utama. Kapal negara milik Basarnas Banten turut dikerahkan di sekitar wilayah operasi.

Kendala Utama: Tanpa Sinyal Darurat

Menurut Zulkarnain, pencarian yang dilakukan unit Lampung difokuskan memperkuat penyisiran di sektor perairan Lampung. Namun, upaya di lapangan terkendala karena tidak ada sinyal marabahaya (distress signal) dari speedboat yang hilang.

Zulkarnain menyebut ketiadaan sinyal itu membuat posisi terakhir kapal sulit dipastikan. "Kami belum bisa menyimpulkan posisi korban karena pada saat kejadian tidak ada sinyal marabahaya," ungkapnya.

Pelacakan melalui perangkat komunikasi juga belum menunjukkan hasil. "Karena tidak ada sinyal marabahaya dari kapal, kami tidak bisa mendeteksi posisinya. Dari handphone juga belum ada informasi," ujarnya.

Hingga hari kedua operasi, belum ada temuan benda atau petunjuk lain di lapangan. "Untuk saat ini belum ada tanda-tanda. Titik keberadaan mereka juga masih kosong," sebutnya.

Meski begitu, penyisiran tetap dilanjutkan di perairan sekitar Pulau Sebesi dan Gunung Anak Krakatau. Ia menambahkan, kondisi di lokasi masih mendukung. "Cuaca masih memungkinkan dan aktivitas gunung juga masih memungkinkan kami melaksanakan operasi," katanya.

Fokus Area Pencarian dan Identitas Penumpang

Untuk sementara, area pencarian belum diperluas secara signifikan. Tim Basarnas Lampung tetap menyisir wilayah yang telah ditetapkan bersama Basarnas Banten.

Opsi perluasan area akan dievaluasi lewat koordinasi antartim bila operasi belum membuahkan hasil.

Delapan orang yang dicari terdiri atas tiga kru speedboat dan lima jurnalis. Kru kapal adalah Warta (55) selaku kapten, Surakman (60) anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) pemandu atau guide.

Lima jurnalis di atas speedboat tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Pencarian melibatkan unsur SAR dari Lampung dan Banten beserta unsur terkait lainnya. Keberadaan speedboat beserta seluruh penumpangnya masih belum diketahui.

Rekomendasi