Hungaria memerintahkan 10 diplomat Rusia meninggalkan Budapest dengan tudingan melakukan aktivitas yang dianggap tidak dapat diterima dan tidak sesuai dengan status diplomatik mereka. Moskow menegaskan akan menyiapkan respons atas keputusan tersebut.
Dikutip dari Al Jazeera, Rabu (9/9/2026), Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Hungaria, Anita Orban, menyatakan pada Selasa bahwa langkah ini diambil untuk melindungi keamanan dan kedaulatan Hungaria.
Ia menegaskan keputusan tersebut tidak berarti pemutusan hubungan diplomatik dengan Rusia.
Respons cepat datang dari Moskow. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyebut Rusia akan memberikan respons yang keras dan menyakitkan, sebagaimana disampaikan melalui kantor berita Rusia, TASS.
Selama ini, Hungaria dikenal sebagai salah satu dari sedikit negara anggota Uni Eropa yang tetap menjaga kedekatan dengan Rusia setelah invasi besar-besaran ke Ukraina pada 2022. Di bawah pemerintahan sebelumnya, hubungan Budapest–Moskow relatif hangat.
Mantan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, yang tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan Anita Orban, kalah dalam pemilihan umum pada April lalu setelah 16 tahun berkuasa.
Dalam percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin tahun lalu, Viktor Orban dilaporkan mengatakan:
"Saya siap melayani Anda."
Dari pihak Uni Eropa, juru bicara Christian Wigand menyebut keputusan Hungaria tersebut sah. Ia menambahkan Uni Eropa akan terus melakukan koordinasi secara erat terkait situasi itu.
Sejumlah negara anggota Uni Eropa sebelumnya telah mengusir diplomat Rusia sejak perang dimulai, namun Hungaria tidak termasuk sampai keputusan terbaru ini. Langkah tersebut menandai pertama kalinya Budapest ikut mengusir diplomat Rusia.