Kementerian Energi Arab Saudi melaporkan kebakaran melanda sejumlah fasilitas energi di wilayah selatan negara tersebut setelah serangan Houthi.
Dalam pernyataan pada Selasa, kementerian menyebut serangan tersebut memaksa penghentian sementara beberapa kegiatan operasional di lokasi yang terdampak.
“Tim khusus telah mulai menangani kebakaran dan mengamankan lokasi yang terdampak,” demikian isi pernyataan tersebut.
Laporan itu muncul setelah otoritas Arab Saudi menyatakan bahwa kelompok Houthi dari Yaman menyerang sejumlah fasilitas sipil dan ekonomi di Abha, Khamis Mushait, Jazan, serta Najran, Selasa dini hari waktu setempat.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan sedikitnya 73 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, mengalami luka-luka.
Koalisi pimpinan Arab Saudi menyebut serangan itu sebagai eskalasi berbahaya. Koalisi tersebut juga menyatakan akan mengambil langkah operasional yang diperlukan untuk menetralisasi sumber ancaman.
Advertisement
Konflik Yaman Kembali Memanas
Perkembangan terbaru itu memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan kembalinya perang berskala penuh di Yaman. Situasi tersebut berpotensi mengakhiri periode relatif tenang yang berlangsung sejak April 2022.
Yaman telah dilanda konflik selama hampir 12 tahun. Perang bermula ketika kelompok Houthi yang didukung Iran merebut ibu kota Sanaa pada 2014.
Dalam perkembangan lain, Houthi meningkatkan ketegangan di kawasan dengan melancarkan serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di Laut Merah.
Situasi itu turut mendorong Arab Saudi, sebagai aktor eksternal utama yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, mengumumkan rencana pembentukan aliansi maritim internasional pada Juli.