Satu warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi awak kapal komersial masih hilang usai serangan Houthi di Selat Bab al-Mandeb, Yaman, Selasa (11/8). Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyebut dua ABK WNI lainnya dalam kondisi selamat.
Kemlu menegaskan status satu ABK yang sebelumnya sempat disebut meninggal oleh sejumlah sumber, ternyata belum ditemukan. Konfirmasi terbaru diperoleh dari otoritas Yaman.
Dari dua ABK yang selamat, satu mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit. Satu lainnya mengalami luka, masih dirawat, dan kondisinya stabil.
Advertisement
Pencarian ABK yang Hilang Usai Serangan Houthi
Upaya pencarian terhadap ABK WNI yang belum ditemukan masih berlanjut. Pemerintah RI berkomunikasi intensif dengan otoritas Yaman untuk memperoleh pembaruan proses pencarian.
Pemerintah Yaman disebut akan segera menyampaikan informasi setiap ada perkembangan terkait keberadaan ABK tersebut.
"Yang satu ABK mungkin beberapa sumber menyebutnya meninggal dunia. Tapi pagi ini kami mendapatkan konfirmasi dari Kementerian Luar Negeri Yaman yang menyatakan bahwa ABK yang ketiga ini dalam kondisi hilang, jadi belum ditemukan," kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu, Heni Hamidah di Kantor Kemlu, Kamis (13/8).
Advertisement
Menlu Sugiono Telepon Menlu Yaman
Di tingkat tinggi, Menteri Luar Negeri RI Sugiono melakukan pembicaraan via telepon dengan Menteri Luar Negeri Yaman. Dalam percakapan itu, Menlu menyampaikan apresiasi atas dukungan otoritas setempat dalam penanganan WNI terdampak, termasuk fasilitasi akses konsuler.
"Pak Menlu saat itu menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Yemen atas asistensi dan juga dalam fasilitasi berbagai keperluan consular access untuk WNI kita," ungkap Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Yvonne Mewengkang.
Sugiono juga mengecam keras serangan yang terjadi dan menekankan pentingnya langkah-langkah untuk mencegah konflik semakin meluas.
"Dan tentunya beliau strongly condemns serangan ini," ujar dia.