Dua ABK WNI Dipindah Usai Serangan di Bab al-Mandeb Yaman, Pemulangan Disiapkan

Dua ABK WNI korban serangan di Bab al-Mandeb dipindah ke RS di Aden. Kemlu menyiapkan pemulangan, sementara satu ABK masih dicari. Ini penjelasan resminya.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Dua ABK WNI Dipindah Usai Serangan di Bab al-Mandeb Yaman, Pemulangan Disiapkan
Setelah menahan pemimpin kapal dan 25 awaknya, pemberontak yang didukung oleh Iran tersebut telah mengubah kapal itu menjadi "objek wisata" domestik. Dengan biaya sekitar USD 1 per perjalanan, kelompok pengunjung khusus laki-laki dapat menaiki perahu menuju kapal kargo tersebut. (AFP)

Pemerintah menyiapkan pemulangan dua anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang selamat dari serangan terhadap kapal kargo di Yaman. Keduanya pada 18 Agustus telah dipindahkan untuk mendapatkan perawatan di sebuah rumah sakit di Kota Aden.

Informasi tersebut disampaikan Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, dalam keterangan di kantor Kemlu, Kamis (20/8/2026).

Adapun satu ABK WNI lainnya masih dinyatakan hilang.

Relokasi Perawatan ke Aden Usai Serangan di Bab al-Mandeb

Serangan terhadap kapal kargo terjadi pada 11 Agustus 2026 di kawasan pelabuhan Selat Bab al-Mandeb, Yaman, dan dikaitkan dengan kelompok Houthi.

"Update-nya perkembangan terakhir pada 18 Agustus, kedua WNI ABK telah dipindahkan dari rumah sakit sebelumnya ke rumah sakit Prince MBS di Kota Aden yang berjarak sekitar 271 kilometer dari rumah sakit sebelumnya," kata Heni di kantor Kemlu, Kamis (20/8/2026).

Pemindahan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan keselamatan kedua ABK.

Pendampingan KBRI Muscat, Pemulangan dalam Waktu Dekat

"Saat ini tim dari KBRI Muscat juga telah berada di Aden untuk mendampingi dan memfasilitasi pemulangan kedua ABK yang selamat tersebut yang akan kita lakukan pada waktu dekat ini," ujarnya.

Sementara itu, satu ABK WNI lain masih dalam pencarian oleh otoritas terkait di Yaman. Pemerintah Indonesia menyatakan terus memantau perkembangan upaya tersebut.

"Sementara itu, untuk ABK WNI yang masih hilang, upaya pencarian masih terus dilakukan oleh otoritas terkait di Yaman dan kita terus memantau dari upaya pencarian tersebut," kata Heni.

Rekomendasi